Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Karya Wartawan di Matim Ini Masuk 10 Besar Lomba Jurnalistik Kominfo 2018
NTT NEWS

Karya Wartawan di Matim Ini Masuk 10 Besar Lomba Jurnalistik Kominfo 2018

By Redaksi26 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Markus Makur, Kontributor Kompas.com yang bekerja di Kabupaten Manggarai Timur, NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Markus Makur, kontributor kompas.com yang berkarya di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT bakal mendapatkan penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.

Penghargaan diberikan karena tulisannya berjudul “Mencari Sinyal di Dinding Jendela Rumah” masuk 10 besar terbaik kategori liputan media online dalam lomba jurnalistik Kominfo RI tahun 2018.

Markus mengaku, sudah mendapatkan undangan dari Kominfo RI untuk menghadiri malam penganuhgeraan jurnalistik Kominfo tahun 2018.

Penganuhgeraan akan berlangsung di Lapangan Anatakupa Kemkominfo yang beralamat di Jalan Merdeka Barat No. 9 Jakarta Pusat pada 28 November 2018, pukul 18.00-21.00 WIB.

”Itu hari saya ikut lomba jurnalistik yang digelar Kemkominfo tahun 2018,” kata Markus kepada VoxNtt.com, Senin (26/11/2018) malam.

Ia menjelaskan, tulisannya berjudul “Mencari Sinyal di Dinding Jendela Rumah” telah dipublikasikan di Kompas.com pada 4 Februari 2018 lalu.

Di bawah judul tersebut, Markus menarasikan hasil liputannya seputar penderitaan dan kesulitan warga di Kecamatan Elar, Matim untuk mendapatkan sinyal handphone.

Sinyal hanya bisa didapatkan di sebuah rumah di Kota Elar, ibu kota Kecamatan Elar. Itu pun warga boleh mendapatkan sinyal di dinding jendela rumah.

“Dari dinding jendela itu baru bisa berkomunikasi dengan sanak saudara mereka,” terang Markus.

Ia sendiri mengaku bangga karena karyanya masuk 10 besar terbaik kategori liputan media online dalam lomba jurnalistik Kemkominfo RI tahun 2018.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticlePembangunan Gedung BLK di TTU Dipastikan Selesai Tepat Waktu
Next Article KPK Pantau Seluruh Aktivitas Pemkab di NTT

Related Posts

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.