Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lingkungan Kantor OPD Nagekeo Gersang Bukti Etos Kerja ASN Rendah
Regional NTT

Lingkungan Kantor OPD Nagekeo Gersang Bukti Etos Kerja ASN Rendah

By Redaksi28 November 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Nagekeo, Antonius Moti
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Ketua Fraksi Karya Amanat Nasional DPRD Nagekeo, Antonius Moti menyoroti lingkungan setiap kantor organisasi perangkat daerah yang gersang.

Moti saat membacakan pemandangan umum Fraksi Karya Amanat Nasional di ruang sidang paripurna DPRD Nagekeo, baru-baru ini, menegaskan lingkungan yang gersang tersebut merupakan bukti bahwa etos kerja apratur sipil Negara (ASN) sangat rendah.

Kata dia, budaya menanam pohon oleh ASN masih jauh dari harapan. Moti sendiri juga mempertanyakan Dinas Lingkungan Hidup Daerah Nagekeo.

Padahal, menurut Moti, publik mengharapkan agar wajah lingkungan kantor OPD dan wajah Kota Mbay menjadi asri dan indah.

Untuk menjawabi harapan publik, Moti menyarankan agar Pemkab Nagekeo harus melakukan inovasi dan kreatif dalam membangun Mbay sebagai Kota yang hijau dan sejuk pada siang hari.

Selain itu, dalam pemandangannya pula Moti meminta Pemkab agar bisa menjelaskan berapa titik bencana yang terjadi di seluruh wilayah Nagekeo.

Lalu, Pemerintah perlu menyusun langkah-langkah konkret terkait bencana, baik tanggap darurat maupun rehabilitasi.

“Pemerintah juga perlu mempertimbangkan secara bijaksana bagaimana menghadapi era globalisasi, digital, milenial dengan membangun Perpustakaan Daerah sebagai benteng peradaban. Seberapa besar kepedulian daerah menghadapi hal dimaksud,” tambah dia.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

DPRD Nagekeo
Previous ArticleDPRD Nilai APBD Nagekeo Tahun 2019 Sangat Rasional
Next Article Kondisi Proyek Air Minum 8 Miliar di Matim Memprihatinkan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.