Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PMKRI Ende Kembali Desak Polisi Proses Kasus Gratifikasi
NTT NEWS

PMKRI Ende Kembali Desak Polisi Proses Kasus Gratifikasi

By Redaksi8 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
PMKRI Cabang Ende menyumbang peti mati kepada polisi dalam aksi kasus dugaan gratifikasi beberapa waktu lalu (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-PMKRI Cabang Ende kembali mengungkit kasus dugaan gratifikasi oleh Dirut PDAM Soedarsono kepada tujuh oknum anggota DPRD Ende.

Mereka meminta Penyidik Kepolisian Resort Ende untuk mengumumkan hasil Putusan Pengadilan Negeri Ende tanggal 23 Maret 2018.

“Kita meminta untuk mengumumkan hasil perintah PN Ende atas gugatan praperadilan oleh kawan-kawan dari Gertak. Ya, pada prinsipnya PMKRI terus mengawal karena PMKRI sudah menyuarakan sejak awal,” tegas Ketua Presidium PMKRI Ende, Oyen Tibo di Ende, Jumat (7/12/2018).

Ia mengatakan, PMKRI telah menyebarkan selebaran tentang kasus itu kepada khalayak umum. Hal itu dimaksud agar masyarakat juga turut berpartisipasi menuntaskan praktik-praktik korupsi.

Oyen menegaskan bahwa, polisi mesti menyampaikan hasil perkembangan penyelidikan atas putusan PN Ende secara terbuka. Agar masyarakat tidak merasa kehilangan informasi atas kasus yang sedang ditangani.

“Kami sebarkan (selebaran) itu dalam rangka hari Anti Korupsi Internasional. Nah, kita di Ende ini ada beberapa kasus yang masih terendap. Kita minta untuk terbuka,” ucap dia.

Sementara dalam pernyataan sikap PMKRI yang diterima VoxNtt.com, Jumat siang, menjelaskan beberapa poin penting sebagaimana menjadi masukan kepada Kepolisian dan Pengadilan Negeri Ende.

Poin-poin itu di antaranya, mendesak Kapolres Ende untuk menuntaskan kasus gratifikasi yang melibatkan tujuh anggota DPRD Ende.

Kemudian, mendesak Pengadilan Negeri Ende untuk memanggil paksa terhadap Penyidik Polres Ende karena telah mengangkangi hasil putusan praperadilan terkait kasus tersebut.

PMKRI juga mendesak Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Ende bersama Penyidik Polres Ende yang telah mencoreng nama baik Polri selaku penegak hukum.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende PMKRI Ende
Previous ArticleBawaslu Ende Belum Realisasi Rp 2,7 Miliar UK PPL dan Panwascam
Next Article Desa Jadi Salah Satu Fokus Utama Kongres Pemuda Katolik

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.