Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Keberagaman Menjadi Kekuataan Bangsa Jika Saling Menerima dan Menghargai
HEADLINE

Keberagaman Menjadi Kekuataan Bangsa Jika Saling Menerima dan Menghargai

By Redaksi10 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Benediktus Ngalu ketika Memaparkan Materi Empat Pilar Kebangsaan kepada Kader PPP Kab. Belu, NTT (Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Keragaman dan perbedaan suku, agama, ras dan golongan yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi kekuatan untuk merekat persatuan.

Keberagaman ini memiliki daya untuk menyatukan jika semua anak bangsa menerima dan menghargai perbedaan sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua DPC Partai Persatuan  Pembangunan (PPP) kabupaten Belu, Ali Atamimi dalam kegiatan pendidikan politik dan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilangsungkan di Hotel Nusantara 2 Atambua, Senin (10/12/2019).

Ali mengatakan PPP tampil sebagai pioner dalam menegakan nilai-nilai kebangsaan yang akhir-akhir ini hanyak diguncang oleh kelompok tertentu.

PPP, sambung dia, merupakan partai yang berazaskan Pancasila. Karena itu, semua kader partai yang ada di Belu diminta untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan yang sudah dibangun oleh para pendahulu sehingga situasi kehidupan berbangsa tetap terjaga.

“Para pendiri bangsa ini sudah meletakan Pancasila sebagai dasar Negara. Ini mau menunjukan kepada kita bahwa perbedaan suku, agama, bahasa dan ras yang dimiliki bangsa Indonesia adalah perekat kehidupan berbangsa sehingga tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa Partai PPP adalah partai Agama. Saya perlu tegaskan bahwa PPP adalah Partai yang berasaskan Pancasila” tegas Ali.

Terpisah, Benediktus Ngalu  Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Kesbangpol Kabupaten Belu mengajak kader Partai PPP untuk hidup bergandengan tangan untuk membangun bangsa Indonesia.

“Kita akan kehilangan arah apabila kita tidak berpegang pada Pancasila sebagai dasar Negara” jelas Benediktus.

Selain pendidikan politik, dalam kegiatan ini juga dilantik Pengurus Anak Cabang(PAC) PPP dari sejumlah kecamatan yakni, kecamatan Tasifeto Barat, Nanaet Duabesi dan kecamatan Raimanuk.

Penulis:Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleSiswa SMK Stella Maris Bersihkan Sampah di Bukit Cinta Labuan Bajo
Next Article JPIC: Agak Lucu Aset Tanah Milik Masyarakat Dihibahkan ke Pertamina

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.