Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Peduli Lingkungan, STKIP NBF Bersihkan Sampah di Kesidari Mbay
Regional NTT

Peduli Lingkungan, STKIP NBF Bersihkan Sampah di Kesidari Mbay

By Redaksi8 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seluruh civitas akademika STKIP NBF menggelar pembersihan sampah di lokasi Kesidari, Desa Neghedhawe (Foto Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Civitas akademika STKIP Nusa Bunga Floresta (NBF) Mbay menggelar bakti sosial berupa pembersihan sampah lokasi di Kesidari, Desa Neghedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa (8/1/2019).

Selain bentuk kepedulian lingkungan, kegiatan baksos ini juga sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dies natalis ke-7 STKIP NBF Mbay.

Pjs. Ketua STKIP NBF, Benisius Pao kepada VoxNtt.com mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan di Kabupaten Nagekeo.

Baksos juga merupakan suatu tanggung jawab moral karena sampah dapat juga merusak ekosistem lingkungan.

Menurut Benisius, STKIP NBF memberikan solusi positif kepada keadaan rawan sampah yang saat ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Nagekeo.

Ketua panitia pelaksana dies natalis STKIP NBF, Fransiskus X. Lodhu Basa mengatakan, kegiatan pembersihan ini dilakukan sebagai aksi nyata dan kritik sosial terhadap masyarakat dan pemerintah.

Pemerintah dalam program-programnya, kata dia, fokus pada kesehatan, lingkungan hidup dan pariwisata.

Namun hal ini tidak sejalan karena masih banyak sampah yang tersebar.

Dikatakan, sampah tersebut merupakan salah satu faktor penghambat berjalannya program tersebut.

Ia mencontohkan, dengan adanya sampah bisa berdampak pada kesehatan masyarakat terganggu.

Parahnya, sampah berada di lokasi yang berpotensi sebagai tempat wisata di Kabupaten Nagekeo.

Aksi nyata lainnya yang akan dilakukan oleh civitas akademika STKIP NBF, kata Fransiskus, adalah donor darah massal bekerja sama dengan PMI Kabupaten Nagekeo.

Sebab itu, Fransiskus mengajak kepada seluruh masyarakat agar berpartisipasi dalam kegiatan donor darah tersebut.

Kegiatan donor darah akan dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Januari 2019 bertempat di Kampus STKIP NBF Pukul 09.00 Wita.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan misa syukur pada tanggal 10 Januari 2019 di Kampus STKIP NBF.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

STKIP NBF
Previous ArticleUang “Sirih Pinang” dan Tiket Liburan ke Luar Daerah Jadi Modus Baru Perekrut TKI
Next Article 32 Formasi PNS di TTU Tidak Terisi

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.