Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Kisah Gregorius Modo: Biayai Pendidikan Lima Anaknya dengan Sopi
Feature

Kisah Gregorius Modo: Biayai Pendidikan Lima Anaknya dengan Sopi

By Redaksi12 Januari 20194 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gregorius Modo, kakinya diamputasi karena kecelakaan mobil (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Nama Gregorius Modo sudah tak asing bagi para penikmat minuman tradisional sopi/moke di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT.

Goris demikian ia disapa, merupakan satu dari sekian peracik minuman tradisional di kabupaten yang dimekarkan tahun 2007 silam itu.

Goris tinggal di Kampung Pongkeling, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba.

Di kampung ini, Goris tinggal bersama istri dan ketiga buah hatinya yang kini sedang mengenyam pendidikan.

“Anak saya lima orang yang tinggal dengan kami 3 orang, duanya sudah SMP dan satunya SD, dan dua lainnya sedang kuliah di Malang,” ungkapnya.

Goris memulai karirnya sebagai produsen minuman tradisional sejak tahun 2016 silam. Minuman tradisional yang ia hasilkan dikenal dengan sebutan Sopi atau BM Kobok.

Sebelum jadi peracik, ayah dari lima anak ini bekerja sebagai seorang sopir bus Manggarai Indah, salah satu angkutan umum antarkabupaten di pulau Flores. Ia bekerja sebagai sopir 20 tahun lamanya.

Namun karena kecelakaan pada 28 September 2015 silam, suami dari Ester Nde”e itu, terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang sopir. Tragisnya, akibat kecelakaan itu, kaki kanannya terpaksa diamputasi.

Bangkit

Insiden yang terjadi 3 tahun lalu itu tak membuat semangatnya surut.

Apalagi desakan kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak membuat Goris dan sang istri harus berpikir untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Tak butuh waktu lama, dalam tiga bulan pasca persitiwa itu, Goris bangkit dari derita yang ia alami.

“Waktu celaka dulu untung masih bisa kerja kalau tidak kita dapat uang darimana, apalagi anak saya sedang kuliah semester 3 di Malang,” ungkap Ester demikian sang istri disapa.

Ester yang saat itu mendampingi Goris mengisahkan tetang perjuangan sang suami menjadi pengusaha sopi.

Di awal tahun 2016, Goris mulai mengawali karir barunya sebagai peracik minuman tradisional sopi.

Tempat produksi sopi milik Gregorius Modo (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Sebagai pengusaha baru, awalnya mengalami kekurangan modal, namun lambat laun ia bisa mengatasi hal tersebut.

“Modal awal hanya Rp 5.000.000, itupun masih sangat kurang, tapi perlahan bisa diatasi,” ungkapnya saat diwawancarai VoxNtt.com, Sabtu (12/1/2019).

Ketiadaan kaki kanan, bukanlah hambatan tuk melangkah. Baginya, kerja keras dan dukungan dari sang istri, menjadi jurus kunci di balik usaha yang digeluti.

Dipercaya

Perlahan tapi pasti, usaha Goris dan sang istri kian sukses.

Minuman yang ia hasilkan, saat ini disebut-sebut sebagai minuman tradisional terbaik dan terpercaya.

Pendistribusian minuman tradisional miliknya sudah menjangkau hampir di seluruh wilayah di daratan Flores.

“Saya biasa kirim ke Ruteng, Labuan Bajo, Borong dan Ketang, bahkan sekarang sampe ke Maumere dan Larantuka,” tutur Goris.

Kendati demikian, jumlah sopi yang ia hasilkan dalam sehari tergantung pada banyaknya permintaan pelanggan dan para konsumen yang datang membeli.

“Tergantung musim, kalau rame bisa lebih dari 100 botol BM per hari tapi kalau sepi biasanya saya hanya buat 40 botol per hari,” ungkapnya.

Namun, itu tak membuat semangatnya lemah. Goris mengaku, sehari sopi yang ia buat selalu ada pembeli.

“Untuk sehari lakunya 5 sampai 6 botol, dengan harga Rp 60.000 per botol,” tuturnya.

Kendati dipercaya, Goris mengaku tak memiliki resep khusus dari minuman yang ia hasilkan itu.

“Mungkin karena saya fokus dengan buat sopi,” tukasnya.

Punya Izin

Usaha yang digeluti Goris, awalnya tidak memiliki izin.

“Sebenarnya sudah lama, tapi proses surat-suratnya terlalu lama,” pungkasnya.

Alhasil, usahanya pun kini sudah dilegalkan pemerintah sejak bulan Juli 2018 silam.

Goris pun senang dan bersyukur usahanya dipercaya oleh pemerintah dan masyarakat.

Di balik misinya menyekolahkan anak hingga selesai, ia berharap menjadi salah satu produsen sopi yang sukses.

Kabar Wisuda

Tatapan bahagia tampak dari wajah Goris dan Ester saat VoxNtt.com menanyakan sang buah hati yang kuliah.

Mereka sangat bersyukur putri pertamanya akan segera diwisudakan pada Februari mendatang.

“Dulu waktu suami saya celaka anak saya yang kulia di Malang itu masih semester tiga,” imbuh Ester mencoba mengingat masa kelamnya itu.

Kendati demikian, bagi Goris dan Ester perjuangan mereka belum selesai. Mereka menginginkan keempat buah hati yang kini mengeyam pendidikan seperti putri pertamanya.

Bagi para penikmat sopi milik Gregorius Modo dapat menghubungi nomor telepon 082339137000.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleWabup Marianus: Gaji ASN Nagekeo akan Diterima Tepat Waktu
Next Article Sikap Kritis Terhadap Bencana Hoaks

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.