Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Wagub NTT: Kalau Kepala Sekolah Korupsi Langsung Dipecat
VOX GURU

Wagub NTT: Kalau Kepala Sekolah Korupsi Langsung Dipecat

By Redaksi16 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yosef A. Nae Soi, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Wakil Gubernur (Wagub) NTT Yosef A Nae Soi menegaskan apabila ada kepala sekolah yang korupsi, maka pihaknya langsung menindak tegas. Tindakan tegas itu berupa pemecatan.

“Kalau ada kepala sekolah yang korupsi akan dipecat dari jabatan sebagai kepsek maupun status PNS,” tegas Wagub Nae Soi saat bertatap muka dengan sejumlah kepala sekolah dan pengawas SMA dan SMK tinggkat Kabupaten Ngada dan Nagekeo di Aula SMAK Regina Pacis Bajawa, Senin (14/1/2019).

Ia meminta kepala sekolah harus menunjukkan profesionalisme dalam tugasnya. Bagi yang menyimpang dari itu, maka harus diberi sanksi.

Wagub Nae Soi menjelaskan, kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT selama kepemimpinannya bersama Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat akan menjadikan kepala SMA dan SMK menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di sekolahnya masing-masing.

Peran kepala sekolah, kata dia, yakni membantu para guru, termasuk proses kenaikan pangkat mereka.

Sistem kerjanya adalah menggunakan sistem online, dimana semua tentang kepangkatan dapat terpantau.

“Jangan coba-coba menghambat proses kenaikan pangkat para guru. Kalau memang sudah layak dan waktunya maka harus diurus. Kepala sekolah harus menjadi manajer yang baik,” ujar Wagub Nae Soi.

Menurut dia, kehadirannya untuk mengumpulkan para kepala sekolah dan Pengawas SMA dan SMK se-Kabupaten Ngada dan Nagekeo merupakan sebuah perjuangan agar adanya satu tekad  bersama.

Tekad itu terutama agar NTT keluar dari predikat sebagai literasi terendah atau menjadi provinsi terbodoh ketiga dari belakang di Indonesia.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Ngada
Previous ArticleDua Hari Lagi Kades Mokel Menghadap DPMD Matim
Next Article Moke, Mana Moke?

Related Posts

PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Kasus Kematian YBS

15 Februari 2026

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026

Satu Lagi Warga Ngada Meninggal Akibat Bunuh Diri

13 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.