Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Tragedi Tiga Puluh Detik
Sastra

Tragedi Tiga Puluh Detik

By Redaksi21 Januari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Puisi-Puisi Hippo Neno*

Tragedi Tiga Puluh Detik

Waktu bersenggama

Detikpun mendesah lirih

Denyut kucur hingga tertuang tumpah

Jarak yang dekat menukik kisah tragedi

Ingin tak membisu

Secarik tirai nampak menjadi hampa

Pinggang semai dingin

Menikam hangat

Dunia kusam terukir tinta putih

Kabur gersang menyapa gerbang daya figur

Tiga puluh detik berlabu hingga tenggelam dini

Tangis membara tak terpadamkan oleh luka larah yang ranum

Tiga puluh detik di sini!

Tiga puluh detik di sana!

Firdaus telah hilang sejak tiga puluh detik ritual berlalu.

Ledalero, Januari 2019

 

Ah Tuhan

Ah Tuhan, aku takut!

Hari ini takut begitu rajin menjamah jiwa

Ah Tuhan, aku takut!

Waktu  seolah mengerutu buru

Ah. Waktu itu lahir dari maut dan selalu melahirkan maut

 

Ah Tuhan, aku lahir dari Rahim Ilahi-Mu sejak Figur perkenalkan rahim ibu yang hangat dan sunyi

Kagum begitu rindu histori rahim-Mu

Ah Tuhan!

Apakah pahat-Mu masih tajam?

Tuhan aku masih terlalu gasal

Aku akan genap ketika tajam pahat-Mu mengikis rupaku.

Ledalero, Januari 2019

*Hippo Neno, lahir di Kupang 11 Agustus 1997. Alumnus seminari St. Rafael Oepoi, Kupang. Sekarang belajar filsafat di STFK Ledalero, Maumere.

Hippo Neno
Previous ArticleTahun 2019 Ini Jembatan Aesesa Dibangun dengan Dana Rp 2 Miliar
Next Article Hadir di SMAK Recis Bajawa, Ini Pesan Kapolres Ngada

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.