Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»BMKG: Waspada Dampak Topan Riley di NTB dan NTT
NTT NEWS

BMKG: Waspada Dampak Topan Riley di NTB dan NTT

By Redaksi25 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gelombang laut yang tinggi akibat siklon tropis riley (Ilustrasi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta agar waspada terhadap dampak topan riley di wilayah Indonesia, khususnya daerah timur dan tengah.

“Pokoknya tiga hari ini fokusnya NTB, NTT, Bali, angin kencang dan gelombang tinggi akibat badai topan riley,” kata Kepala Sub-Bidang Prediksi Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Kamis (24/1/2019).

Menurut Agie, kewaspadaan itu terhitung sejak Kamis hingga Sabtu mendatang (24-26 Januari 2019).

Siklon tropis riley, jelas dia, adalah badai tropis yang terbentuk pada 24 Januari 2019 dini hari di Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa.

Badai tropis ini berupa gugusan awan yang memutar berbentuk seperti spiral yang mengitari pusat tekanan rendah. Akibat topan riley itu secara umum terbagi menjadi dua.

Dampak tidak langsungnya, siklon tropis riley memengaruhi pola angin di wilayah Indonesia dan menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi di Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT.

“Kondisi ini menyebabkan potensi peningkatan jumlah curah hujan di wilayah tersebut meningkat,” ujar Agie.

Dampak langsungnya, siklon tropis riley menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Indonesia, sehingga menyebabkan ketinggian gelombang laut juga meningkat. Khususnya yaitu di Laut Jawa, Laut Banda, Laut Flores, Laut Arafuru dan Samudera Hindia.

Menurut Agie, hujan lebat akan cenderung terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian selatan.

“Sedangkan untuk ketinggian gelombang memang sangat perlu diwaspadai hingga sepekan ke depan di Laut Jawa, Laut Banda, Laut Flores, Laut Arafuru dan Samudera Hindia,” ujarnya.

 

Penulis: Ardy Abba

Bencana NTT Kabupaten Manggarai
Previous ArticleBPBD Matim Imbau Masyarakat Waspada Bencana
Next Article Bencana Angin Puting Beliung di Matim, Kota Komba Terbanyak

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.