Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gaya Komunikasi Gubernur Viktor Menurut Prof. Alo Liliweri
HEADLINE

Gaya Komunikasi Gubernur Viktor Menurut Prof. Alo Liliweri

By Redaksi28 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Prof. Alo Liliweri, MS (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Guru besar ilmu komunikasi Undana, Prof. Alo Liliweri menanggapi gaya komunikasi Gubernur NTT, Viktor Laiskodat yang selama ini dikenal keras, lugas dan blak-blakan.

 

Terakhir, Gubernur Viktor menyebut Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tidak maju-maju karena pemimpinnya namkak dan tolol.

“Pak Sekda tidak selesaikan masalah KTP maka saya berhentikan. Berapa kali saya telepon Ketua DPRD TTS, hanya Ketua DPRD tukang ngantuk. Sayangnya pemimpin di TTS ini, Ketua DPR dan Bupati sama nganga (namkak dalam istilah bahasa Dawan di TTS, red) dan tololnya,” hardik Gubernur Victor pada Minggu (27/01/2019) di Kantor Bupati TTS.

Menanggapi itu, Prof. Alo, demikian disapa, menyebut gaya komunikasi Gubernur Viktor merupakan campuran gaya Gubernur NTT sebelumnya yakni Ben Mboi dan Piet A. Talo.

“Gaya VBL (Viktor B. Laiskodat, red) ini campuran Ben Mboi dan Piet Talo. Tegas dan keras dalam ucapan dan terutama pilihan kata-kata /diksi yang keras,” demikian Prof. Alo saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Senin (28/01/2019) sore.

Menurut Direktur Pascasarjana Universitas Nusa Cendana ini, diksi yang disampaikan Gubernur Viktor justru menunjukan kedekatannya dengan masyarakat NTT.

“Dari segi komunikasi kita harus lihat konteks. Karena dia (Gubernur Viktor) merasa bagian dari kita masyarakat NTT dan dia adalah seorang ‘bapa’. Jadi dia bisa marah dengan orang-orang yang dia anggap dekat,” jelas Prof. Alo.

Oleh karena itu, Prof. Alo mengajak semua orang yang mendengarnya untuk mengambil maknanya saja.

Salah satu maknanya ialah motivasi agar NTT khususnya TTS bisa segera keluar dari berbagai ketertinggalan dan keterbelakangan.

“VBL sekarang mau membongkar pikiran dan perbuatan kita untuk melawan anggapan umum tentang orang NTT yang malas miskin, bodoh, kurang gizi dan seterusnya” kata penulis buku Komunikasi Serba Ada, Serba Makna ini.

Penulis: Irvan K

Gubernur NTT Kota Kupang Prof Alo Liliweri Viktor Laiskodat
Previous ArticleMoratorium TKI Victor Joss: Teka Teki Bersilang di TTS
Next Article Warga Aeramo Berhamburan ke Jalan, Ada Apa?

Related Posts

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026

DPRD NTT Minta 9.000 PPPK Guru dan Nakes Tak Diberhentikan

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.