Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Warga Aeramo Berhamburan ke Jalan, Ada Apa?
NTT NEWS

Warga Aeramo Berhamburan ke Jalan, Ada Apa?

By Redaksi28 Januari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Aeramo berhamburan ke jalan raya karena dapat informasi air laut di Marapakot naik (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Sejumlah warga Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo tiba-tiba berhambur ke jalan raya dan sebagian lari ke gunung, Minggu malam (27/1/2019).

Mereka panik lari ke jalan dan gunung lantaran mendapat kabar bahwa air laut Marapokot naik.

Padahal setelah diusut, kabar tersebut ternyata bohong atau hoaks.

Terpantau, warga yang tinggal di pinggir
Pantai Nangadhero dan Marapokot pada Minggu malam terlihat aman-aman saja.

“Pak kami lari karena ada informasi air laut di Marapokot naik,” ujar Reny, salah seorang warga Desa Aeramo saat ditemui VoxNtt.com, Minggu malam.

Reny pun meminta aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku penyebarkan informasi bohong atau hoaks tersebut.

“Saya minta polisi segera usut pelaku penyebar isu bohong bahwa air laut di Marapokot naik,” pintanya.

Menurutnya, berita bohong tentang air laut naik tersebut membuat warga desa Aeramo panik.

Kapolsek Aesesa AKP Ahmad melalui Kepala KP3 Laut Marapokot Bripka Krispianus Nggae mengatakan, informasi air laut Marapokot naik tidak benar.

“Itu berita bohong atau hoaks,” ujarnya.

Menurutnya, warga di pesisir pantai Marapokot dan Nangadhero pada Minggu malam aman-aman saja.

Kondisi laut, kata dia, hanya gelombang dan angin kencang dan tidak ada tanda-tanda tsunami.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleGaya Komunikasi Gubernur Viktor Menurut Prof. Alo Liliweri
Next Article Polsek Aesesa Lidik Penyebar Hoaks Soal Tsunami di Marapokot

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.