Mbay, VoxNTT.com – Keluarga Jakob Nuwa Wea menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp1 miliar untuk mendukung penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada 2026.
Bantuan tersebut diserahkan pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Pendopo Kantor Kevikepan Mbay. Dana Rp1 miliar itu dibagi menjadi dua bagian, masing-masing Rp500 juta.
Putra Jakob Nuwa Wea, Adi Gani Neno Wea, secara langsung mendistribusikan bantuan tersebut. Masing-masing Rp500 juta diserahkan kepada otoritas Gereja Katolik di Kevikepan Mbay dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk mendukung penanggulangan bencana gempa bumi.
Putra Jakob Nuwa Wea lainnya, Wiliam Yani Wea, mengatakan bantuan tersebut berasal dari donasi jejaringnya di Jakarta yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana alam.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara di Nagekeo,” ujar Wiliam.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo mengapresiasi kepedulian keluarga Jakob Nuwa Wea terhadap masyarakat yang terdampak gempa.
Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mengatakan kepedulian tersebut memiliki arti penting bagi daerah yang kini perlahan berupaya bangkit dari dampak bencana gempa bumi.
Namun, hingga bantuan diserahkan, pemerintah daerah belum menjelaskan secara terbuka mekanisme dan sasaran penggunaan dana Rp500 juta yang diterima Pemkab Nagekeo.
Pegiat kemanusiaan dari LKP Papa Noa, Yonis Meo, meminta bantuan tersebut dikelola secara baik dan segera dimanfaatkan untuk membantu korban selama masa tanggap darurat.
Menurut Yonis, pemerintah daerah dapat melibatkan komunitas, relawan kemanusiaan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun kelompok amal yang memiliki jaringan di lapangan.
“Di tengah kesibukan penanganan bencana, Pemkab butuh pihak lain yang tulus untuk ikut membantu seperti LSM dan kelompok amal. Tapi kalau disimpan, uang tersebut berpotensi diendapkan,” ujar Yonis.
Ia mencontohkan kondisi warga di Nua Sele, Kecamatan Keo Tengah. Lebih dari 500 warga di wilayah tersebut disebut masih luput dari perhatian pemerintah meski turut terdampak gempa.
Yonis mengatakan bantuan yang diterima warga Nua Sele sejauh ini baru berupa beras sebanyak 150 kilogram. Menurut dia, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan logistik bagi lebih dari 500 warga.
“Kita minta uang itu untuk bantuan korban di Nua Sele dan warga di sekitarnya yang juga bagian dari korban gempa,” ujarnya.
Memasuki hari kedelapan setelah bencana, penanganan korban gempa di wilayah sekitar Kota Mbay yang berada di sejumlah tenda pengungsian mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Dukungan logistik dan penyediaan hunian yang lebih layak mulai diberikan kepada para penyintas untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di tempat pengungsian.
Namun, kondisi warga terdampak di sejumlah wilayah di luar pusat Kota Mbay masih menjadi perhatian. Sebagian korban gempa disebut belum mendapatkan bantuan secara memadai.
Karena itu, bantuan kemanusiaan dari masyarakat maupun jejaring sosial diharapkan dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan segera dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

