Borong, VoxNTT.com – Penanganan dampak gempa Flores tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan pokok. Kondisi psikologis dan kesehatan para penyintas juga menjadi perhatian penting, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Hal itu menjadi perhatian JPIC OFM Indonesia dalam respons kemanusiaan pascagempa Flores. Selain menyalurkan bantuan sembako, JPIC OFM Indonesia turut memberikan pendampingan psikososial, trauma healing, pemeriksaan kesehatan gratis, serta bantuan kebutuhan dasar bagi para penyintas.
Pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis tersebut dilaksanakan JPIC OFM Indonesia dengan berkolaborasi bersama keluarga Fransiskan lainnya, yakni FCh, OSF Semarang, SFS, DSY, KSFL, FCJM, dan OFM Cap Sibolga.
Pater Yohanes Wahyu Prasetyo, OFM, dari JPIC OFM Indonesia berkata, JPIC OFM Indonesia selain menyalurkan sembako tetapi juga memberikan perhatian di bidang kesehatan.
Ia berharap kehadiran JPIC OFM Indonesia bersama para relawan dan dokter dapat memberikan penguatan bagi masyarakat yang masih berada dalam situasi sulit pascagempa.
“Bukan hanya tenaga medis yang kami turunkan, ada juga tim untuk trauma healing,” kata Pater Wahyu saat ditemui di sela-sela kegiatan pemeriksaan gratis dan trauma healing di Kampung Lompong, Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, pada Kamis, 10 September 2026.

Menurut Pater Wahyu, pelayanan kemanusiaan tidak berhenti pada pemeriksaan dan pengobatan. JPIC OFM juga berupaya menjangkau penyintas yang memiliki keterbatasan untuk datang ke lokasi pelayanan.
Karena itu, tim JPIC OFM turut mengunjungi keluarga-keluarga lansia dan orang-orang sakit yang tidak sempat mendatangi posko pemeriksaan kesehatan dan trauma healing.
“Kami berharap kehadiran JPIC OFM Indonesia sunguh-sungguh membawa berkat dan kita bisa jalan bersama-sama melewati situasi yang tidak mudah ini,” katanya.
Bagi masyarakat Kampung Lompong, kehadiran para relawan menjadi bentuk perhatian yang memberi harapan di tengah masa pemulihan.
Salah satu warga Kampung Lompong, Foyensius Timo mengatakan, sejak gempa bumi yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu, banyak anak dan lansia yang mengalami trauma.
Karena itu, Foyensius menyampaikan terima kasih kepada JPIC OFM Indonesia yang secara sukarela datang memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.
“Kami sangat bangga dan bersyukur karena JPIC OFM Indonesia telah peduli dengan kami korban gempa,” katanya.
Menurut dia, kehadiran JPIC OFM Indonesia bersama keluarga Fransiskan lainnya tidak hanya menjadi upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan para penyintas, tetapi juga menghadirkan pendampingan dan rasa aman bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit dari trauma akibat gempa.
Melalui pelayanan kesehatan dan trauma healing tersebut, para penyintas diharapkan tidak berjalan sendirian dalam menghadapi masa pemulihan. Bantuan medis, pendampingan psikososial, dan perhatian terhadap kelompok rentan menjadi bagian penting dari proses pemulihan masyarakat pascagempa. [VoN]

