Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan ke Matani Bak ‘Sawah Siap Tanam’
Regional NTT

Jalan ke Matani Bak ‘Sawah Siap Tanam’

By Redaksi4 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan Claretian menuju Matani, Penfui Timur, Kabupaten Kupang yang rusak parah (Foto: Ronis Natom/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Nikolaus Fandy, pengendara sepeda motor mengaku kesal melihat jalan Claretian menuju Matani, Penfui Timur, Kabupaten Kupang.

Nikolaus kesal karena jalan menuju Matani bak “sawah siap tanam”. Kondisinya rusak parah dan banyak lubang, penuh dengan genangan air saat musim hujan.

Nikolaus adalah salah satu mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang berdomisili di Matani, Penfui Timur, Kabupaten Kupang. Ia tiap hari menggunakan jalan tersebut dengan sepeda motor penuh tabah.

Ia mengaku sudah tiga kali jalan sepanjang kurang lebih 15 KM itu ditimbuni tanah putih pada beberapa bagian jalan rusak dan berlubang.

“Ini su yang ketiga kaka. Dong tumpuk tanah putih di ini jalan yang lubang-lubang. Akhirnya saat hujan datang ini jalan jadi becek dan air tergenang di mana-mana. Lubang su dalam tambah got tidak ada, jadi ya susah kalau kita buru-buru pakai motor,” ujar Nikolaus kepada VoxNtt.com, Senin (4/2/2019).

Hal senada juga disampaikan Januar Ola, salah seorang pengendara lainnya.

Ia bahkan mengatakan kondisi jalan berlubang dan becek itu mirip sawah yang siap ditanami padi.

“Su ke sawah saja kak. Sawah yang su habis bajak ko siap tanam. Barangkali tanah putih yang dong timbun karena hujan dan air tergenang di dalamnya jadi becek parah,” ujar Januar.

Ia herharap agar pemerintah tidak menimbun jalan tersebut dengan tanah putih dan segera dibangun aspal.

“Kan hanya berapa meter saja to. Aspal su. Daripada begini ni pas hujan lagi,” tukasnya.

VoxNtt.com menelusuri kondisi jalan yang menghubungan jalur Elatri-Matani-Kaniti hingga Osiloa itu.

Tak jauh dari jalur utama masuk ke cabang Matani, ada dua lubang berdiameter 2 Meter persis di tengah jalan.

Saat hujan mengguyur Kupang dan sekitarnya selama dua pekan terakhir, membuat lubang berdiameter 2 Meter dan kedalaman hingga 8-10 CM itu digenangi air dan becek.

Jika kendaraan ramai, jalan jadi macet. Beberapa kendaraan roda dua dan empat kerap mengantre di titip lubang.

 

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang
Previous ArticleBupati Nagekeo Undang Bank dan Koperasi Bicara Lapangan Kerja
Next Article Jumlah Penderita DBD di TTU Terus Meningkat

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.