Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banjir di Tanah Rata Matim Hantam Rumah Ene Ndelos, Janda 60 Tahun
Regional NTT

Banjir di Tanah Rata Matim Hantam Rumah Ene Ndelos, Janda 60 Tahun

By Redaksi13 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ene Ndelos sedang membuat penyangga agar banjir tidak memasuki rumahnya. Gambar diambil, Rabu 13 Februari 2019 (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Banjir di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Rabu (13/2/2019) sore, menghantam rumah Ene Ndelos seorang janda 60 tahun.

Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama 2 jam.

Pantauan VoxNtt.com, di sisi kiri rumah Ene Ndelos tampak dialiri air yang sangat besar. Bahkan sebagian dari dapurnya terendam air.

Ene Ndelos sapaan akrab dari pemilik nama Lusia Ndelos, mengaku hampir setiap musim hujan rumahnya selalu terkena dampak banjir.

“Saya punya rumah selalu jadi sasaran, hampir setiap setiap kali musim hujan,” ungkapnya.

Kendati demikian, kata dia, setiap kali hujan tiba ia selalu waspada.

Diakuinya, demi menutupi sebagian rumah agar tidak direndam banjir, ia hanya memanfaatkan dedaunan sebagai penyangga sementara.

“Itu saja yang bisa saya lakukan, tahan sedikit,” imbuhnya.

Dengan raut wajah sedih, ibu empat anak ini hanya mampu pasrah dan berharap, pemerintah segera turun tangan untuk menyikapi persoalan banjir yang terjadi di wilayahnya.

Senada dengan Ene Ndelos, Klemes Nekeng, yang juga rumahnya terendam air mengaku, banjir yang terjadi diakibatkan oleh sempit dan dangkalnya irigasi.

“Coba mereka buat agak lebar dan dalam pasti tidak banjir to,” keluhnya sembari membersihkan kotoran yang mengitari rumahnya.

Kata dia, saluran irigasi yang lebar dan dalam sangat diperlukan karena banjir sangat besar.

“Kalau tidak kita terus yang jadi korban,” keluh pria dua anak itu.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleMengapa ‘Revolusi Cinta’ Penting di Hari Valentine?
Next Article Belasan Mantan Napi Korupsi Gugat Bupati Ende

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.