Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Kisah Kepergian Videlis Niap di Puskesmas Borong
Feature

Kisah Kepergian Videlis Niap di Puskesmas Borong

By Redaksi23 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat jenazah Videlis Niap (64) dibawa ke dalam sebuah mobil di Puskesmas Borong (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Tepat pukul 17.40 Wita, Jumat (22/2/2019), jenazah Videlis Niap (64), diberangkatkan dari Puskesmas Borong menuju kampung halamannya di Bealaing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),–Flores, NTT.

Wajah Videlis  petang itu, tampak pucat dan menguning. Ia juga berkumis.

Tubuhya dibungkus dengan sehelai kain batik kuning yang  dihiasi motif yang berwarna cokelat.

Jasadnya pun digotong oleh keluarga dan warga memasuki sebuah mobil puskesmas yang akan mengantarnya.

Kala itu Borong, ibu kota Matim berduka. Ratusan warga memadati jalan. Puskesmas pun demikian. Di bagian dalam dan pelataran puskesmas dipenuhi kerumunan warga.

Tetesan demi tetesan membasahi wajah, baju dan tanah. Videlis dipeluk, dicium, ditangisi dengan ucapan ‘berdiksi’ perpisahan.

Seorang perempuan yang menurut warga adalah buah hati Videlis, datang dengan raut wajah sedih sembari menangis dengan suara yang nyaring.

“Ayah, ayah, ayah co’o tara nggo’o ite (Ayah mengapa engkau seperti ini),” kata-kata tangisan penuh histeris perempuan berbaju putih itu sembari mendakati  Videlis dan memeluknya erat.

Beberapa awak media berdatangan sore itu, menyaksikan kepergian pria berprofesi petani itu.

Tempat tidur dimana Videlis dibaringkan, dipenuhi bercak darah. Hari itu seolah menjadi hari bersejarah. Ratusan mata jadi saksi kepergian pria kelahiran 1955 itu.

Seorang perempuan berbaju putih menangis dengan sebuah harapan agar Videlis bangkit lagi. Namun Sang Khalik lah yang berkehendak.

Videlis harus menutup usia. Ia telah hidup lebih dari setengah abad. Ia telah menikmati indahnya tanah Manggarai Raya.

Kronologis

Kematian Videlis begitu tragis. Ia tak pernah tahu pada pukul 15.00 Wita adalah ajalnya.

Jalan umum yang mendaki dan bertikungan jurusan Borong-Kembur adalah tempat perpisahannya dengan keluarga, sahabat dan koleganya.

Dari laporan kepolisian sektor Borong, Videlis mengendarai sepeda motor Jupiter MX, warna putih biru.

Baca Juga: Terlibat Tabrakan di Jalur Borong-Kembur, Videlis Tewas

Dengan motornya ia melaju dari Kembur ke arah Borong. Saudara Karolus Hambur pun, demikian. Ia mengendarai sepeda motor X-Ride miliknya dengan kecepatan tinggi.

Namun, ketika melewati as jalan dari Borong menuju kembur, keduanya dalam posisi berlawanan, hingga mengalami tabrakan.

Akibatnya, Videlis pun mengalami luka memar di dada dan mengeluarkan darah dari mulutnya.

Tragisnya, ketika hendak dibawa ke puskesmas Borong, Videlis meninggal dunia dalam perjalanan.

Sedangkan, Karolus Hambur yang merupakan seorang pelajar 17 tahun dari kampung Kaweng, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai harus dirujuk ke RSUD dr.Ben Mboi Ruteng.

Dari catatan Puskesmas Borong yang peroleh VoxNtt.com, Karolus kala itu mengenakan kaus oblong, celana biru, kulit sawong matang dan tidak memakai sandal.

Ia mengalami luka lecet pada alis mata kiri bagian bawah, luka robek pada ibu jari bagian kiri, luka lecet pada kaki kiri kanan, tulang mata kaki kelihatan dan patah tulang.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Polres Manggarai
Previous ArticleTerlibat Tabrakan di Jalur Borong-Kembur, Videlis Tewas
Next Article Mantan Kadis Pariwisata Mabar Divonis 2,9 Tahun Penjara

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.