Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»120 Peserta Pencak Silat Nagekeo Ikut Ujian Kenaikan Tingkat
NTT NEWS

120 Peserta Pencak Silat Nagekeo Ikut Ujian Kenaikan Tingkat

By Redaksi24 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta Pencak Organisasi Cabang Nagekeo sedang mengikuti apel bersama sebelum ujian kenaikan tingkat pencak silat. Bertindak sebagai pembina upacara Ketua Pengurus Daerah Pencak Organisasi NTT, Yustinus Sani (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Sebanyak 120 peserta olahraga bela diri pencak silat di Kabupaten Nagekeo mengikuti ujian kenaikan tingkat di lapangan futsal SMAK Baleriwu Danga, Sabtu (23/02/2019).

Peserta ujian kenaikan tingkat ini adalah mereka yang telah mengikuti proses latihan sebelumnya oleh para pelatih.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pencak Organisasi (PO) NTT yang juga adalah ketua IPSI Kabupaten Ende Yustinus Sani, Ketua IPSI Nagekeo Lukas Mere, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nagekeo Stefanus Tipa, Pendekar PO NTT Emanuel Taji, para pelatih, serta peserta sebanyak 120 orang.

Ketua Pengurus Daerah Pencak Organisasi NTT, Yustinus Sani mengatakan, kegiatan ujian kenaikan tingkat merupakan proses yang harus dilalui oleh seorang pesilat, berawal dari proses latihan selama ini.

Yustinus mengharapkan agar para pelatih dapat mengerahkan segala sumber daya yang ada agar PO Nagekeo dapat memeroleh prestasi.

Para anggota PO, kata dia, harus selalu menjaga nama baik organisasi dan memegang teguh ilmu yang telah diajarkan.

“Selalu memegang ilmu padi, semakin tua semakin berisi,” katanya.

Yustinus Sani yang adalah anggota DPRD Ende dari PDI-Pejuangan itu dalam sambutannya saat apel pembukaan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Nagekeo melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga karena selama ini sudah memperhatikan kegiatan pencak silat.

“Di Nagekeo baru dibuka tahun lalu, namun sampai hari ini sudah memiliki 5 ranting, yakni ranting SMAK Baleriwu, ranting Ameaba, ranting SD Yohanes Paulus, ranting SPP Boawae, ranting SMAK Frans Boawae, ranting SMP Satu Atap Mauponggo,” beber dia.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Nagekeo, Stefanus Tipa dalam sambutan mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Pencak Organisasi NTT dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Nagekeo yang telah memperkenalkan cabang olahraga bela diri tersebut.

Ia mengaku, Kabupaten Nagekeo belum memiliki tempat khusus untuk latihan bela diri. Sebab itu semua cabang olahraga bela diri masing-masing masih mencari tempat untuk berlatih.

Walau ada keterbatasan sarana dan prasarana, kata Stefanus, namun IPSI Nagekeo terlebih khusus Cabang PO sudah menunjukan prestasi.

“Dengan keterbatasan, IPSI Nagekeo tetap hidup, karena lebih pada panggilan nurani pribadi, ini adalah kegiatan sosial, menghidupkan orang lain dan daerah,” katanya.

Stefanus menambahkan, organisasi bela diri adalah tempat penempaan diri, penempaan fisik dan mental.

Hal ini tengu saja agar meminimalisasi terjadinya hal-hal buruk yang menimpa remaja, misalnya tawuran dan lain lain.

Ketua IPSI Nagekeo, Lukas Mere dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada Pengurus dan Pelatih Pencak Organisasi Nagekeo yang telah melatih, membina dan membimbing peserta, sehingga mereka boleh mengikuti kegiatan ujian kenaikan tingkat.

Ujian kenaikan tingkat, kata dia, adalah kegiatan pembentukan jiwa.

Dikatakan, silat adalah olahraga bela diri asli Indonesia.

“Apa yang dipelajari dari pelatih hari ini diuji, gunakan kesempatan ini dengan baik, karena ini dibina secara fisik dan jiwa. Jaga nama baik pencak organisasi, harus menjadi teladan baik di sekolah maupun di rumah,” pinta Lukas.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Pencak Silat
Previous ArticleManfaat PKH Sudah Dinikmati 18.098 KK di TTU
Next Article Begini Cara Elton Ajak Masyarakat “Melek” Komputer

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.