Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bencana Alam Landa Mabar, Andre Garu Minta Pempus ‘Turun Tangan’
NTT NEWS

Bencana Alam Landa Mabar, Andre Garu Minta Pempus ‘Turun Tangan’

By Redaksi9 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah warga di Marombok-Labuan Bajo yang terendam banjir (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Senator asal NTT, Adrianus Garu meminta Pemerintah Pusat (Pempus) segera ‘turun tangan’ menangani bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa tempat di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Menurut anggota DPD RI itu, Pempus melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus turun ke lokasi bencana yang terjadi pada Kamis hingga Jumat, 7-8 Maret 2019 tersebut.

“Banjir bandang yang terjadi di Manggarai Barat adalah bencana alam yang menelan korban jiwa dan merusak sarana infrastruktur sehingga membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Andre melalui siaran pers yang diterima VoxNtt.com, Sabtu (9/3/2019).

Andre mengaku, bencana di Mabar menyebabkan 8 orang tertimbun longsor dan sarana infrastruktur rusak parah.

“Saya mendapat laporan dan membaca berita di media bahwa longsor juga terjadi di beberapa titik yang menyebabkan jalur jalan nasional Trans-Flores putus. Situasi ini membutuhkan respon cepat dari Pemerintah Pusat kebutuhan sehingga situasi di Manggarai Barat bisa kembali normal,” ujarnya.

Untuk diketahui, banjir bandang yang terjadi pada Kamis (7/3/2019) siang merendam lebih dari 100 unit rumah warga di Labuan Bajo, Mabar.

Banjir dan longsor juga turut memutuskan jaringan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Mabar dan beberapa kawasan di Kabupaten Manggarai.

Selain itu, longsor terjadi di beberapa titik di Desa Cunca Lolos dan Desa Tondong Belang, Kabupaten Manggarai Barat, mengakibatkan 2 unit rumah warga tertimbun beserta delapan penghuni rumah.

Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula sudah menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang kondisi Mabar dalam keadaan darurat bencana alam.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Landa Mabar, Bupati Dula Tetapkan Status Darurat Bencana Alam

Penulis: Ardy Abba

Bencana NTT Manggarai Barat
Previous ArticleBencana Longsor Landa Manggarai Barat
Next Article Korban Longsor di Kota Komba Dapat Bantuan dari BPBD Matim

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.