Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Masyarakat Tiga Desa Kecewa dengan Bupati dan Wabup Nagekeo
NTT NEWS

Masyarakat Tiga Desa Kecewa dengan Bupati dan Wabup Nagekeo

By Redaksi19 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Nusa Bunga saat melakukan demonstrasi di Mbay, Senin 18 Maret 2019 (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Beberapa warga dari tiga desa masing-masing, Lambo, Rendu dan Ndora mengaku kecewa dengan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja.

Kekecewaan tersebut terutama karena Don Bosco-Marianus Waja tidak berada di tempat, saat mereka hendak melakukan audiensi di Kantor Bupati Nagekeo, Senin (18/3/2019).

Padahal, ketiga komunitas yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Nusa Bunga itu hendak mendengar langsung jawaban Don Bosco-Marianus Waja di balik polemik pembangunan waduk Lambo.

“Kami sebagai masyarakat tentunya sangat kecewa dengan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo. Kami ini masyarakat bapak berdua. Kami ini bukan maksud apa-apa. Tapi kami datang untuk ketemu bapak berdua untuk beraudiensi tentang pembangunan waduk Lambo,” ujar Kristian Minggu, orator dari AMAN sesaat sebelum menyerahkan peryataan sikap ke Plh Sekda Nagekeo, Bernadinus Fansiena di Kantor Bupati setempat, Senin siang.

Kristian kembali menegaskan pihaknya sangat kecewa dengan Don Bosco-Marianus Waja. Padahal, kata dia, sebelum melakukan aksi protes AMAN wilayah Nusa Bunga sudah mengirim surat pemberitahuan.

Tak hanya karena Don Bosco-Marianus Waja tidak berada di tempat yang memicu kekecewaan masyarakat. Menurut Kristian, pihaknya juga kecewa karena Bupati Don Bosco tidak hadir membawakan materi dalam seminar sehari saat HUT ke-20 AMAN wilayah Nusa Bunga pada Minggu 17 Maret 2019 lalu.

“Dan kegiatan di Rendu Butowe, Bupati lagi-lagi tidak hadir. Tentunya ini kami sebagai tiga suku sekali lagi katakan kami kecewa,” tegasnya.

Sementara itu, Siti Aysah salah satu orator dari AMAN dalam orasinya dengan tegas menolak lokasi pembangun waduk di Lowose.

“Sampai titik penghabisan darah, kami tetap lawan dan tolak lokasi pembangunan waduk di Lowose. Tapi kami berikan dua alternatif untuk pemerintah bangun waduk di Lowopedhu dan Malawaka,” tegas Siti.

Ia membeberkan, dasar penolakan lokasi pembangun waduk di Lowose, karena di sana adalah tanah adat yang di dalamnya terdapat ritus budaya, kubur leluhur, tanaman produktif, pemukiman warga, rumah ibadah, dan sekolah. Kata dia, tempat ini perlu dijaga dan dilestarikan dari masa ke masa hingga anak cucu.

Baca Juga: Aman Sebut BPN ‘Biang Kerok’ Keributan Pembangunan Waduk Lambo

Terkait kekecewaan ketiga masyarakat adat itu, Plh Sekda Nagekeo Bernadinus Fansiena menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Don Bosco-Marianus Waja.

Bernadinus mengaku, Don Bosco-Marianus Waja sedang bertugas ke desa-desa.

“Maaf untuk bapak dan mama hari ini. Bupati dan Wakil Bupati ada tugas. Bupati ada kegiatan pelantikan di Nangaroro sementara Wakil Bupati berada di Mauponggo,” aku Bernadinus.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

AMAN Nusa Bunga Nagekeo Waduk Lambo
Previous ArticleImmanuel Cup: Flobamora Padang Raih Juara II
Next Article Bupati TTS Siap Tindak Tegas Pejabat Tak Disiplin

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.