Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Dipicu Masalah Sepele dengan Ayahnya, Nando Nekat Gantung Diri
HUKUM DAN KEAMANAN

Dipicu Masalah Sepele dengan Ayahnya, Nando Nekat Gantung Diri

By Redaksi11 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi bunuh diri (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Seorang pemuda ditemukan tewas gantung diri dalam kamar rumahnya di kompleks PLN, Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Kamis (11/04/2019) sekitar pukul 18.30 Wita.

Pemuda yang bernama Raimundus Soi (18) tersebut nekat gantung diri karena diduga ada masalah sepele dengan ayahnya, Antonius Deke.

Kapolsek Golewa, Ipda Stefanus Siga yang dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Kamis malam, mengungkapkan korban yang kerap disapa Nando itu tewas gantung diri dengan menggunakan seutas kabel parabola warna hitam.

Ipda Stefanus mengatakan, sebelum bunuh diri Nando sempat bertengkar dengan ayahnya. Masalahnya cukup sepele, yakni berawal dari keponakannya menangis saat bermain bersama korban.

Saat keponakannya menangis, sang ayah mengingatkan dan menegur korban agar tidak mengganggu cucunya itu.

Diduga karena teguran tersebut, korban dan ibu kandungnya bertengkar. Korban kemudian mendorong ibunya yang sedang dalam keadaan sakit stroke hingga terjatuh dari tempat tidur.

Melihat kejadian tersebut, sang ayah pun kembali menegur korban agar tidak bertindak kasar kepada orangtua, terutama ibu kandungnya.

Korban lantas tidak terima dan langsung masuk kamar untuk mengambil ijasah miliknya, lalu dibakar.

Aksi korban yang membakar ijasah tak ditanggapi baik oleh ayahnya. Sang ayah pun kembali menegur korban.

Korban diduga merasa tersinggung, sehingga mengambil pilihan bunuh diri di dalam kamarnya.

Menurut Ipda Stefanus, pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan kehendak Yang Maha Kuasa.

Pihak keluarga pun membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan otopsi atas jasad korban.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Ngada Polres Ngada
Previous Article200 Lebih PPS dan KPPS Bimtek, Camat Mollsel Ingatkan Kerja Pakai Nurani
Next Article Samuel Ndoen Raih Mobil Undian Simpedes BRI Kefamenanu

Related Posts

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.