Illustrasi bunuh diri (Foto: Istimewa)

Bajawa, Vox NTT- Seorang pemuda ditemukan tewas gantung diri dalam kamar rumahnya di kompleks PLN, Kelurahan Mataloko, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Kamis (11/04/2019) sekitar pukul 18.30 Wita.

Pemuda yang bernama Raimundus Soi (18) tersebut nekat gantung diri karena diduga ada masalah sepele dengan ayahnya, Antonius Deke.

Kapolsek Golewa, Ipda Stefanus Siga yang dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Kamis malam, mengungkapkan korban yang kerap disapa Nando itu tewas gantung diri dengan menggunakan seutas kabel parabola warna hitam.

Ipda Stefanus mengatakan, sebelum bunuh diri Nando sempat bertengkar dengan ayahnya. Masalahnya cukup sepele, yakni berawal dari keponakannya menangis saat bermain bersama korban.

Saat keponakannya menangis, sang ayah mengingatkan dan menegur korban agar tidak mengganggu cucunya itu.

Diduga karena teguran tersebut, korban dan ibu kandungnya bertengkar. Korban kemudian mendorong ibunya yang sedang dalam keadaan sakit stroke hingga terjatuh dari tempat tidur.

Melihat kejadian tersebut, sang ayah pun kembali menegur korban agar tidak bertindak kasar kepada orangtua, terutama ibu kandungnya.

Korban lantas tidak terima dan langsung masuk kamar untuk mengambil ijasah miliknya, lalu dibakar.

Aksi korban yang membakar ijasah tak ditanggapi baik oleh ayahnya. Sang ayah pun kembali menegur korban.

Korban diduga merasa tersinggung, sehingga mengambil pilihan bunuh diri di dalam kamarnya.

Menurut Ipda Stefanus, pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan kehendak Yang Maha Kuasa.

Pihak keluarga pun membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan otopsi atas jasad korban.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba