Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bulog Soe Diduga Tilep Bantuan Rastra Warga
Regional NTT

Bulog Soe Diduga Tilep Bantuan Rastra Warga

By Redaksi12 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bansos Rastra warga Desa Pana, Kecamatan Kolbano yang diisi di dalam karung 10 kg saat dibuka hanya 2 sampai 3 kg saja. (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe,Vox NTT –Penyaluran beras bantuan sosial (Bansos) beras sejahtera (Rastra) kepada masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menuai persoalan.

Pasalnya, banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengeluhkan kekurangan beras saat pembagian di desa.

Kepala Dinas Sosial, Kabupaten TTS, Nikson Nomleni yang dikonfirmasi belum lama ini mengakui adanya temuan kekurangan jumlah bansos rastra saat pembagian kepada KPM  di Desa Pana, Kecamatan Kolbano.

“Desa lain sejauh ini belum ada laporan. Namun informasi dari Desa Pana, Kecamatan Kolbano, beras yang dibagikan tidak sesuai. Di dalam karung yang isinya 10 kg ternyata hanya 2 kg sampai 3 kg saja,” katanya.

Pihak Dinas Sosial TTS, kata Nomleni, tidak melakukan tugas distribusi rastra tersebut namun hanya membantu melakukan monitoring.

“Pemerintah daerah melalui dinas sosial fungsinya hanya memonitor penyaluran rastra. Distribusi dilakukan oleh Bulog langsung ke tiap desa,” jelas Nomleni.

Seorang warga Desa Pana yang enggan namanya ditulis, kepada VoxNtt.com, Jumat (12/04/2019) mengaku sangat kecewa dengan sistem distribusi beras oleh Bulog di Soe.

“Saya menduga ada orang Bulog yang curi beras karena di dalam karung yang isinya 10 kg saat dibagikan hanya 2 kg atau 3 kg. Ini sudah terjadi berulang kali,” ujarnya.

Pihak Bulog Soe belum berhasil dikonfirmasi Jumat (12/04/2019), terkait persoalan ini. Namun, pantauan media ini, sejak siang pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita nampak pengawas dari Kantor Pusat Bulog Mataram melakukan pemeriksaan pada Gudang Bulog Soe, di bilangan Kesetnana, Mollo Selatan.

Nampak seorang pegawai yang diduga Kepala Gudang Bulog Soe itu dibentak berulang kali oleh pengawas dari Kantor Pusat Wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat tersebut.

Penulis: L. Ulan

Editor: Boni J

Bulog Soe Nikson Nomleni Tastra
Previous ArticleSuratnya Menuai Polemik, Ketua PPNI NTT Menghindari Pertanyaan Wartawan
Next Article Proyek Rabat Beton di Labolewa Diduga Tidak Sesuai RAB

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.