Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Nagekeo Meningkat
NTT NEWS

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Nagekeo Meningkat

By Redaksi13 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua P2TP2A Kabupaten Nagekeo, Yuliana Lamuri
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Nagekeo meningkat sepanjang periode Januari hingga April 2019.

Dari data yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Nagekeo, tercatat sepanjang Januari hingga April 2019 ada sebanyak 19 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Untuk jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani (P2TP2A) Nagekeo saat ini ada 19 Kasus. Sementara dari 19 kasus yang paling banyak ada di wilayah Kecamatan Aeseasa yakin 15 kasus, sisanya 2 dari Kecamatan Boawae dan 2 dari Kecamatan Mauponggo,” ujar Ketua P2TP2A Kabupaten Nagekeo, Yuliana Lamuri yang ditemui VoxNtt.com di Kantor Polsek Urban Aesesa, Jumat (12/04/2019) sore.

Yuliana menuturkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Nagekeo yang ditangani saat ini sangat beragam. Itu mulai dari kekerasan fisik, kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga.

Dari berbagai jenis kasus tersebut, kasus kekerasan terhadap anak dan persetubuhan sangatlah tinggi.

“Untuk kasus kekerasan terhadap anak itu hanya 1 kasus, sementara sisanya persetubuhan dan kasus pencabulan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pada periode Januari hingga Desember 2018, angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak relatif lebih sedikit. Kasus yang ditangani hanya sebanyak 18 kasus dari awal tahun sampai akhir tahun 2018

“Jadi, kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang ditangani jauh lebih tinggi,” kata Yuliana.

Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nagekeo, lanjut Yulia, dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Itu mulai dari media sosial, kurang diperhatian oleh orangtua, masalah ekonomi, lingkungan sosial, dampak peredaran minuman keras, hingga persoalan lainnya.

“Kami terus menyosialisasikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Tapi, kami tidak bisa sendiri mencegah masalah ini, butuh campur tangan berbagai pihak baik orangtua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lingkungan sekolah,” ujar Yuliana.

Dia menambahkan kasus kekerasan terhadap anak adalah pelaku orang dekat korban.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticlePerindo Optimis Kuasai Parlemen TTS
Next Article Peluncuran Website, Cara Bawaslu Matim Tolak Berita Bohong

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.