Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»JPU Tuntut Oan 5 Tahun Penjara
HUKUM DAN KEAMANAN

JPU Tuntut Oan 5 Tahun Penjara

By Redaksi9 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana sidang pembacaan tuntutan terhadap dakwa pemalsuan akta jual beli tanah di Pulau Seraya Kecil, Kabupaten Manggarai Barat, Frans Oan Semewa di Pengadilan Negeri Labuan bajo, Kamis (09/05/2019). (Foto: Sello Jome).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Sidang dugaan pemalsuan surat tanah atas nama terdakwa Frans Oan Semewa alias Oan masuk pada agenda pembacaan tuntutan JPU, Kamis (9/5/2019).

Sidang pembacaan tuntutan itu dipimpin oleh Muhammad Nur Ibrahim sebagai Hakim Ketua dan I Gede Susila Guna Yasa dan Putu Lia Puspita sebagai Hakim Anggota.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Hero Ardy Saputro, JPU menuntut Oan kurungan penjara lima tahun merujuk pada pasal 264 ayat 2 KUHP.

Setelah membacakan tuntutan, sidang ditutup oleh hakim dan akan dilanjutkan besok, Jumat (9/5/2019) dengan agenda Pledoi atau pembelaan dari terdakwa.

Sekadar untuk diingatkan, Oan adalah terdakwa pemalsuan surat jual beli akta tanah di Pulau Seraya Kecil.

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2019/03/20/di-pn-labuan-bajo-sidang-terdakwa-frans-oan-masuk-dalam-pembacaan-putusan-sela/43082/

Ia dijebloskan ke Penjara oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT sejak tanggal 07 Februari 2019 atas dugaan  tindak pidana dengan melanggar Pasal 264 ayat (2) KUHP dan pasal 263 ayat (2) KUHP, Junto Pasal 64 ayat (1) dan ayat (2) KUHP atas laporan  Cristian Natanael alias Crhis alias Werly.

Oan yang beralamat di Hotel Gardena, warga RT.005, RW.002, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), sesuai laporan pelapor  Chris Werly pada LP/B/165/IV/2018/SPKT Polda NTT.

Dia diduga menggunakan Akta Jual Beli (AJB) palsu atas SHM 875 pada tanah seluas dua hektar yang berlokasi di Pulau Seraya Kecil, Manggarai Barat (Mabar).

Penulis: Sello Jome

Editor: Boni J

https://www.youtube.com/watch?v=lc-V-wp5K6Y

Frans Oan Semewa Manggarai Barat
Previous ArticleWagub Josef: Kami Sudah Janji, Tiga Tahun Jalan Provinsi Selesai
Next Article Ini 40 Anggota DPRD TTS, Salah Satunya Pecahkan Rekor 20 Tahun Menjabat

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Mantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

22 Juni 2026
Terkini

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.