Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Mural, Cara GMPS “Dandan” Pasar Ruteng
Seni dan Budaya

Mural, Cara GMPS “Dandan” Pasar Ruteng

By Redaksi18 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah siswa SMPK St. Fransiskus Ruteng sedang melukis di teras salah satu gedung Pasar Inpres Ruteng (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- “Kalau pasar kotor dan jorok, pasti pembeli enggan ke sana. Tetapi kalau (pasar) indah dan bersih, maka semakin memikat pembeli untuk datang berbelanja di pasar,” ujar Frater Landrikus Arwin Nasrani.

Frater Arwin ditemui VoxNtt.com di sela-sela aktivitasnya melukis teras atau mural di Pasar Inpres Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Sabtu (18/05/2019).

Ia menyambut baik saat diundang komunitas Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) untuk mengikuti kegiatan mural di pasar yang terletak di pusat Kota Ruteng itu.

Bagi pendamping siswa SMPK St. Fransiskus Ruteng itu, kegiatan mural di pasar sangat positif bagi pembeli dan penjual.

Frater Arwin sendiri seirama dengan komitmen komunitas GMPS, yakni menata Pasar Ruteng menjadi indah dan bersih, serta merawat lingkungannya agar nyaman bagi pengguna.

Selain itu, kegiatan seni melukis di ruang terbuka ini dipandangnya sebagai wadah anak-anak muda untuk berkreasi.

Sebagai bentuk dukungannya, ia pun mengikutsertakan anak-anak SMPK Fransiskus Ruteng untuk melukis teras di salah satu gedung di Pasar Ruteng.

“Kami sudah dua hari ikut melukis di sini. Pelukis dari SMP Fransiskus ada 23 siswa yang ikut dan dua pendamping, termasuk saya,” kata Frater Arwin.

Ia menilai, di balik kegiatan mural tak hanya membuat Pasar Ruteng menjadi indah, tetapi memiliki dampak edukatif bagi siswa.

Sejumlah siswa SMPK St. Fransiskus Ruteng sedang melukis di teras salah satu gedung Pasar Inpres Ruteng (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

Kegiatan sosial semacam melukis di ruang terbuka, kata Frater Arwin, seriring dengan tuntutan Kurikulum 2013 (K13), yang mana menekankan pendidikan karakter bagi siswa.

Ia menjelaskan, implementasi K13 tersebut bermuara pada empat aspek penting. Keempatnya yakni, kecerdasan spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

“Nah, kegiatan mural ini emosional para siswa dilatih. Mereka mulai menemukan karakternya saat melukis,” ujar Frater Arwin.

“Kalau selama ini mereka (siswa) melukis di kertas, kini mereka langsung praktik di lapangan. Mereka langsung belajar di tengah masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan sosialnya,” sambung dia.

Program GMPS

Sebagai informasi, kegiatan mural di Pasar Inpres Ruteng diinisiasi oleh GMPS Kota Ruteng. Kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus pada Jumat, 17 Mei 2019 kemarin.

Koordinator GMPS Kota Ruteng, Kamilius Tiranisius Otwin Wisang mengatakan, kegiatan mural adalah satu program kerja komunitas tersebut untuk mendandan Pasar Ruteng menjadi indah dan bersih.

Hasil mural di salah satu teras gedung Pasar Ruteng (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)

“Mural ini bagian dari program kerja GMPS untuk menata Pasar Ruteng. Kadang banyak orang kritik tentang kotornya pasar, tetapi tak banyak orang yang ikut membersihkannya. Saya pikir kegiatan kebersihan ini harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya salah satu pihak saja,” ujar Otwin.

Tak hanya menata Pasar Ruteng, menurut Otwin kegiatan mural tersebut juga sebagai media untuk menyalurkan bakat anak muda yang memiliki jiwa melukis atau dalam bidang seni.

“Dari pada ikut dalam ulah vandalisme, lebih baik mari bergabung di sini saja supaya bakat melukis kita tersalurkan, sehingga bisa menghasilkan karya seni,” katanya.

Penulis: Ardy Abba

https://www.youtube.com/watch?v=m07YkjJFceU

GMPS
Previous ArticleMasyarakat Jangan Gampang Terprovokasi dengan Isu Perpecahan Bangsa
Next Article Pemkab Manggarai Segera Kaji Keberadaan TPA Poco

Related Posts

Gubernur NTT: Tenun Ikat Bukan Sekadar Kain, Melainkan Identitas Daerah

14 Desember 2025

Bundaran Patung Kristus Raja Kumba Disulap Menjadi Lebih Semarak dan Berkilau di Malam Hari

12 Desember 2025

Sanggar Budaya Manggarai Gelar Pentas Sae, Danding, dan Caci di Kota Kupang

6 Desember 2025
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.