Ruteng, VoxNTT.com – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, suasana di simpang 3 bundaran menuju arah Bandara Frans Sales Lega, Ruteng disulap menjadi lebih semarak dan berkilau di malam hari. Pemandangan ini menarik perhatian semua pengendara dan pejalan kaki yang melintasinya.
Anak Kompleks Natas Kumba Afrino Rikardus Harum, mengatakan, lampu-lampu Natal ini dikreasikan oleh sejumlah Anak Kompleks Natas Kumba, berbagai aksesoris lampu natal berwarna-warni berbentuk pohon Natal dipasang mengitari pagar berbentuk lingkaran tempat arca Kristus Raja ditakhtakan.
“Bagi anak muda di kompleks Natas Kumba, setiap menjelang Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu untuk kembali bisa mengekspresikan kebolehan bakat seni dan kreativitas mereka dalam bentuk lampu-lampu dekorasi di sekitar Bundaran Patung Kristus Raja, tak jauh dari Natas Labar Mbaru Gendang Kumba,” kata Afrino, kepada VoxNtt.com, Jumat, 12 Desember 2025.
Lampu Natal yang menawan dan indah dipandang mata dalam berbagai bentuknya, terutama dengan desain berbentuk pohon Natal, oleh kaum muda, ini diberi sentuhan estetik yang memadukan pencahayaan penuh warna dan diletakkan pada jalinan replika pohon-pohon Natal yang dibuat dari bambu, karung plastik dan tali senar.
Afrino menceritakan aksi spontanitas menghiasi patung Yesus dengan berbagai lampu dan simbol-simbol Natal dikerjakan secara swadaya atau dibiayai mandiri antara ia dan teman-temannya mudanya yang tinggal di kompleks tersebut.
“Kami biayai sendiri untuk membeli semua material yang diperlukan, seperti lampu-lampu hias dan bahan lainnya untuk membentuk model pohon Natal. Kami tidak minta sumbangan atau mencari sponsor,” ujarnya.
Kata dia, ada 8 “barisan” pohon Natal setinggi 2 meter yang dipasang mengelilingi area pagar patung Kristus Raja, semuanya telah rampung dipasang dan lampu-lampunya telah bisa dinikamati oleh siapa saja yang berjalan melintasi simpang ini.
Kekompakan Anak Kompleks Natas Kumba mendapat pujian, salah satunya yang datang dari Ketua Seksi Kepemudaan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santu Mikael Kumba Fransiskus Nukul.
Ia menuturkan, kehadiran anak-anak muda meramaikan Natal menjadi pemandangan yang mudah atau sering dijumpai di banyak tempat, termasuk di KBG-KBG yang ada di paroki yang berdiri sejak tahun 1962 itu.
“Ini merupakan medium mengungkapkan perasaan sukacita dan antusiasme mereka menyambut Natal. Di Paroki Kumba, saat ini ada banyak KBG yang juga memasang lampu-lampu hias di jalan-jalan raya meramaikan Natal. Kita apresiasi mereka, orang-orang muda yang selalu penuh inisitif dan kreatif mengajak orang merayakan Natal dengan rasa syukur,” ucap Frans.
Kontributor: Isno Baco

