Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do saat membuka kegiatan peningkatan SDM dan profesionalisme bidang pariwisata tingkat Kabupaten Nagekeo (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)

Mbay, Vox NTT- Kabupaten Nagekeo termasuk satu dari 222 Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) Kelimutu yang sangat pontesial sebagai daerah tujuan wisata. 

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada saat pembukaan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan profesionalisme bidang pariwisata di aula Hotel Sesan- Mbay, Rabu (22/05/2019).

Menurut Silvester, Kabupaten Nagekeo memiliki aneka daya tarik wisata, baik alam, budaya, maupun buatan.

Potensi wisata ini tentu saja tidak kalah menariknya dengan tempat-tempat wisata di daerah lainnya.

Kata dia, beberapa unsur pendukung industri pariwisata sudah bertumbuh dan berkembang pesat di Kabupaten Nagekeo.

Itu seperti penyediaan akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, jasa pramuwisata dan lain sebagainya.

Untuk diketahui,  pelatihan SDM dan profesionalisme bidang pariwisata itu berlangsung selama tiga hari, dari 22-25 Mei 2019. Materi pelatihannya yakni Destination Management Organization (DMO) Flores.

Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do. Hadir pada kesempatan itu wakil Ketua I DPRD Nagekeo, pemateri dari DMO dua orang, serta 50 orang pemandu wisata budaya se-kabupaten Nagekeo.

Silvester menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memahami pengetahuan tentang kepariwisataan, memahami keterampilan, serta bersikap mempuni terhadap layanan pemandu wisata budaya.

Tujuan lain yakni untuk mengembangkan SDM dan meningkatkan kompetensi sebagai pramuwisata, terutama wisata budaya.

“Melalui pelatihan pelayanan keperiwisataan, kita kembangkan citra, mutu produk, serta kualitas layanan wisata, dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan dan rata-rata lama tinggal wisatawan,” jelas dia.

Ia menambahkan, pelatihan ini difokuskan pada pengetahuan dan keterampilan dasar memandu wisata budaya.

Itu meliputi; sejarah, tradisi, adat istiadat, upacara dan simbol-simbol, warisan budaya bendawi maupun non bendawi, kearifan lokal, dan kehidupan pedesaan di kampung adatnya.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba