Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Matim Sakit Parah di Makassar, Tidak Bisa Pulang Terkendala Biaya
Regional NTT

Warga Matim Sakit Parah di Makassar, Tidak Bisa Pulang Terkendala Biaya

By Redaksi7 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rofinus Lando (38) (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, NTT- Rofinus Lando (38) tertahan dalam kondisi sakit parah di Makassar, Sulawesi Selatan.

Warga asal Mesi Mbata-Mukun, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT itu tidak bisa pulang ke kampung halamannya karena terkendala biaya.

Stefanus Suwardi, keluarga Rofinus mengaku, hingga kini kondisinya cukup parah, setelah menjalani operasi usus di salah satu rumah sakit di Kalimantan.

Menurut Stefanus, Rofinus tertahan di Makassar dan tidak meneruskan perjalanan menuju kampung halamannya karena ketiadaan biaya.

Parahnya, biaya untuk membeli obat pun tidak ada.

“Di Kalimantan sudah dua kali operasi. Kemarin diterbangkan dari kalimantan ke Makassar dan nginap di keluarga di Makassar Jl. Bontoduri 3. Tapi uang sudah tidak ada lagi untuk lanjut ke Manggarai Timur, Kota Komba,” kata Stefanus kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Jumat (07/06/2019).

Ia mengatakan, selama di Kalimantan Rofinus bekerja di kebun kelapa sawit sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) di PT FAPE Ketapang, Kalimantan Barat.

Di sana, Rofinus bekerja selama 1,6 tahun. Dia rela merantau untuk mengais rezeki demi memperbaiki ekonomi keluarga.

Namun, kata Stefanus, nasib tidak baik justru menghampiri Rofinus.

Ia harus menderita melawan sakit yang dideritanya.

Semua penghasilan selama bekerja habis untuk membeli obat dan biaya operasinya selama ini.

Stefanus berharap ada bantuan dari semua pihak untuk meringankan beban yang dialami Rofinus.

“Uangnya sudah habis, sehingga sekarang tidak bisa pulang ke Manggarai. Mohon bantuan dari teman-teman untuk membantu Om Rofinus agar ia bisa pulang ke kampung,” tutupnya.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

makassar Manggarai Timur
Previous ArticleTempat Wisata Nangawitu Ende Tampak Sepi saat Libur Lebaran 2019
Next Article Gelar MPAB, Tamisari Kupang Rekrut 47 Peserta Baru

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.