Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMKRI dan GMNI Soroti Beberapa Persoalan di Ngada
MAHASISWA

PMKRI dan GMNI Soroti Beberapa Persoalan di Ngada

By Redaksi12 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Massa aksi dari PMKRI dan GMNI saat berunjuk rasa di Bajawa, Rabu 12 Juni 2019
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Stefanus Cabang Ngada dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ngada berunjuk rasa di depan kantor DPRD setempat, Rabu (12/06/2019).

Mereka berunjuk rasa menuntut beberapa persoalan di Kabupaten Ngada. Itu antara lain; PMKRI dan GMNI mendesak pemerintah dan DPRD serta partai pengusung segera memroses usulan dan pelantikan wakil bupati Ngada.

Pasalnya, sejak wakil bupati Paulus Soliwoa dilantik menjadi Plt. Bupati Ngada, jabatannya mengalami kekosongan.

Tuntutan lain dari PMKRI dan GMNI yakni mendesak agar segera melantik Sekda Ngada.

Mereka juga mendesak segera mengusut tuntas persoalan revitalisasi Pasar Bobou yang hingga kini belum maksimal. Sebab, hingga kini terkesan ada upaya pembiaran ada pasar kecil di wilayah Kota Bajawa.

PMKRI dan GMNI juga mempertanyakan keberlanjutan pemanfaatan bekas Pasar Inpres Bajawa.

Selain itu, PMKRI dan GMNI menuntut penyelesaian kasus Undana Bajawa yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor DPRD Ngada, massa aksi kemudian diizinkan masuk ke ruang sidang paripurna.

Di ruang rapat, massa aksi diterima oleh pimpinan dan 6 anggota DPRD Ngada. Keenamnya yakni; Dorothea Dhone, Hermens Fua, Marsel Nau, Veronika Ule, Petrus Ngabi dan Kristoforus Loko.

Pimpinan DPRD Ngada Dorothea Dhone menyambut baik aspirasi PMKRI dan GMNI. Kendati demikian, ia mengaku tidak semua anggota dewan hadir untuk menerima massa aksi karena sedang bertugas ke luar daerah.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Baca Juga: Anas Undik, Janda yang Bertahan Hidup di Tengah Gempuran Kemiskinan

 

GMNI Ngada Ngada PMKRI Ngada
Previous ArticleKSP Kopkardios Resmi Buka Kantor Cabang di Labuan Bajo
Next Article Ketika Birokrasi TTS Dirundung Kepentingan

Related Posts

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

27 Februari 2026

GMNI Jakarta Ajukan Nota Keberatan ke Presiden soal Perjanjian Dagang Indonesia–AS

24 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.