Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kasat Resnarkoba Polres Belu “Usir” Wartawan Saat Hendak Meliput
NTT NEWS

Kasat Resnarkoba Polres Belu “Usir” Wartawan Saat Hendak Meliput

By Redaksi21 Juni 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana pertemuan di Ruang Kasatnarkiba Polres Belu (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Kasat Resnarkoba Polres Belu Iptu Ivans Drajat mengusir salah satu wartawan ketika hendak mengambil dokumentasi kunjungan sejumlah pejabat Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di Polres Belu, Kamis (20/06/2019).

Saat itu sejumlah pejabat asal Timor Leste hendak menjenguk dua tersangka kasus penyelundupan pil ekstasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Di hadapan tamu dan sejumlah wartawan yang saat itu sedang melaksanakan tugas liputan, Kasat Ivans terang-terangan melarang dan mengusir Mariano Parada wartawan Media online GerbangNTT.Com.

Mariano kepada VoxNtt.com, Kamis petang mengisahkan, saat itu ia baru saja tiba di depan ruangan Kasat Ivans.

Mariano sempat menanyakan kepada awak media lain terkait maksud pertemuan terbuka tersebut dan diperbolehkan atau tidak untuk mengambil gambar situasi.

Karena wartawan lain yang sudah lebih dahulu mengambil gambar dan tidak dilarang, salah seorang wartawan memberitahu Mariano bahwa awak media diizinkan untuk mengambil gambar.

Setelah mendapat informasi tersebut, Mariano bergegas untuk mengabadikan moment pertemuan itu.

Di luar dugaan, ketika Mariano hendak mengangkat handphone untuk memotret dari depan pintu ruangan, Kasat Ivans langsung mengusirnya. Kasat Ivans bahkan sempat mendorong Mariano.

“Sana…sana…jangan foto, jangan dulu, sana,” ujar Mariano mengulangi kata-kata Iptu Ivans Drajat.

Kalimat larangan Kasat Ivans tersebut disampaikan sembari berdiri dari tempat duduknya dan mendorong wartawan Mariano.

Merasa dirinya diperlakukan tidak wajar, Mariano pun bergegas meninggalkan kantor Polres Belu lantaran ia merasa malu.

“Saya juga heran kenapa saya diperlakukan seperti itu? Kalau dia mau supaya tidak diliput, cukup dia sampaikan dengan baik-baik,” ujar Mariano dengan nada kesal.

Tidak hanya selesai di ruangannya. Mariano kemudian meninggalkan Mapolres Belu dan mampir di salah satu warung di Simpang Lima Atambua.

Di warung itu Mariano duduk bersama Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Ardyan Yudho dan seorang anggotanya serta dua wartawan lain.

Lantas, Kasat Ivans datang mengenderai sepeda motor dan langsung bertanya kepada Mariano perihal aksi mendorong yang berlangsung di depan ruangannya.

Kasat Ivans tampak tidak sabar sembari menunjukkan sikapnya yang kurang bersahabat.

“Siapa yang tadi saya dorong. Kamu, sampai jatuh nggak,” kata Kasat Ivans dengan nada tinggi.

Atas perilaku ini, Kasat Reskrim Yudho memintanya segera meninggalkan warung tempat dimana mereka duduk. Dia pun meninggalkan warung tanpa tegur sapa.

Kasat Resnarkoba IPTU Ivans Drajat saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan hal tersebut.

Ia berdalil, Mariano mempose dengan menyodorkan tangan ke dalam ruangan

“Mana tangannya sampai ke dalam-dalam. Ini Kapolres (Oekusi) tangan sampai ke dalam makanya saya usir. Yang baju hitam (wartawan Mariano Parada),” pungkas Kasat Ivans.

Kasat Ivans mengatakan tidak menghalangi pekerjaan wartawan karena itu merupakan pertemuan terbuka.

Namun menurutnya, suasana di luar sangat berisik. Hal itulah yang membuat dirinya tidak bisa berkonsentrasi saat berbicara dengan para pengunjung.

“Pertemuan itu sebenarnya merupakan pertemuan terbuka. Cuman kan berisik sekali di luar ini. Makanya, minta maaf saya, kalau berisik kadang saya ngomong nggak konsen. Jangankan teman-teman wartawan, Provos aja saya usir tadi,” tuturnya sembari tertawa.

Usai kejadian, Kasat Reskrim Polres Belu sempat berupaya melalukan klarifikasi dan meminta agar kejadian tersebut tidak merusak kemitraan yang selama ini sudah terbangun.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Polres Belu
Previous ArticleBPS Ende: Digital Jadi Alat Sensus Penduduk 2020
Next Article Pantaskah Larantuka Menjadi ‘Kota Suci’?

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.