Ribuan Penari Likurai saat tampil di opening ceremony ETMC 2019 di Betun (Foto: Marcel/Vox NTT)

Betun,Vox NTT-El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 yang diselenggarakan di kabupaten Malaka, merupakan ajang bergengsi sepak bola tingkat propinsi NTT.

Di tengah hingar bingar pertandingan yang sedang berlangsung, berikut adalah beberapa fakta menarik seputar perhelatan ETMC di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut.

Pertama, Kabupaten Malaka merupakan kabupaten ‘bungsu’ di propinsi NTT.

Dari sisi usia, Malaka masih sangat muda yakni 4 tahun. Artinya pembangunan infrastruktur masih harus terus ditingkatkan termasuk sarana dan prasarana olahraga.

Namun, meski usianya masih belia, Bupati Stefanus Bria Seran berani menyanggupi penyelenggaraan turnamen sebesar  ETMC.

Bupati Malaka,Stefanus Bria Seran saat meninjau penginapan yang disediakan bagi peserta ETMC dari daerah lain.(Foto: Facebook)

Keseriusan Bupati yang berlatar belakang pendidikan dokter ini dibuktikan dengan membangun tiga buah lapangan pertandingan yang representatif. Ketiga lapangan tersebut saat ini digunakan sebagai tempat merumputnya para kompetitor ETMC 2019.

Kedua, Penerimaan tamu yang khas dengan nyanyian dan tarian lokal.

Sebagai tuan rumah, orang Malaka begitu santun saat menerima kedatangan setiap kontingen dari daerah.

Menariknya, setiap kontingen yang tiba, tarian yang dipentaskan adalah tarian daerah asal kontingen yang dijemput. Sepak bola dan budaya begitu melekat dalam perhelatan ini.

Tidak hanya disambut dengan tarian, peserta ETMC 2019 juga diundang secara khusus dalam jamauan makan malam adat yang dihelat di Haitimuk, rumah jabatan Bupati Malaka.

Ketiga, Fasilitas penginapan gratis untuk semua kontingan ETMC 2019.

Sebagai penyelenggara ETMC 2019, Malaka telah membuat terobosan dan tradisi baru dalam event ini.

Betapa tidak, penginapan gratis dengan fasilitas standar Hotel Bintang Tiga baru pertama kali dilakukan sepanjang ETMC dihelat.

Keempat, Pertandingan Malam.

Suhu di Malaka, sebagai kota yang letaknya tidak jauh dari pantai sangat panas. Menyadari kondisi alam ini, Bupati Stef tidak kehilangan ide.

Dari tiga lapangan yang disediakan, satu lapangan utama sudah dilengkapi dengan penerangan yang sempurna untuk pertandingan pada malam hari.

Kelima, Live Streaming.

Masyarakat NTT bahkan seantero dunia bisa menyaksikan tim kesayangannya melalu channel online yakni live streaming TVRI NTT.

Dengan demikian, penikmat sepak bola tidak harus datang ke Malaka untuk menyaksikan jalannya pertandingan. Cukup dengan internet, sudah bisa menonton.

Keenam, Fasilitas dan Layanan Kesehatan Gratis.

Dokter Stef sungguh menyadari bahwa salah satu kunci keberhasilan ETMC 2019 di Malaka adalah Kesehatan.

Karena itu, dengan menggerakan  tim kesehatan secara total, semua kontingan  diberi pelayanan  kesehatan secara gratis selama berada di Malaka. Tidak hanya pada saat bertanding namun saat berada di penginapan.

Demikian tujuh fakta menarik yang menjadi keunikan turnamen ETMC 2019 di Malaka. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan event ini, Malaka telah menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola NTT.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K