Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»6 Fakta Unik Seputar Penyelenggaraan ETMC di Malaka
HEADLINE

6 Fakta Unik Seputar Penyelenggaraan ETMC di Malaka

By Redaksi7 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ribuan Penari Likurai saat tampil di opening ceremony ETMC 2019 di Betun (Foto: Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun,Vox NTT-El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 yang diselenggarakan di kabupaten Malaka, merupakan ajang bergengsi sepak bola tingkat propinsi NTT.

Di tengah hingar bingar pertandingan yang sedang berlangsung, berikut adalah beberapa fakta menarik seputar perhelatan ETMC di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut.

Pertama, Kabupaten Malaka merupakan kabupaten ‘bungsu’ di propinsi NTT.

Dari sisi usia, Malaka masih sangat muda yakni 4 tahun. Artinya pembangunan infrastruktur masih harus terus ditingkatkan termasuk sarana dan prasarana olahraga.

Namun, meski usianya masih belia, Bupati Stefanus Bria Seran berani menyanggupi penyelenggaraan turnamen sebesar  ETMC.

Bupati Malaka,Stefanus Bria Seran saat meninjau penginapan yang disediakan bagi peserta ETMC dari daerah lain.(Foto: Facebook)

Keseriusan Bupati yang berlatar belakang pendidikan dokter ini dibuktikan dengan membangun tiga buah lapangan pertandingan yang representatif. Ketiga lapangan tersebut saat ini digunakan sebagai tempat merumputnya para kompetitor ETMC 2019.

Kedua, Penerimaan tamu yang khas dengan nyanyian dan tarian lokal.

Sebagai tuan rumah, orang Malaka begitu santun saat menerima kedatangan setiap kontingen dari daerah.

Menariknya, setiap kontingen yang tiba, tarian yang dipentaskan adalah tarian daerah asal kontingen yang dijemput. Sepak bola dan budaya begitu melekat dalam perhelatan ini.

Tidak hanya disambut dengan tarian, peserta ETMC 2019 juga diundang secara khusus dalam jamauan makan malam adat yang dihelat di Haitimuk, rumah jabatan Bupati Malaka.

Ketiga, Fasilitas penginapan gratis untuk semua kontingan ETMC 2019.

Sebagai penyelenggara ETMC 2019, Malaka telah membuat terobosan dan tradisi baru dalam event ini.

Betapa tidak, penginapan gratis dengan fasilitas standar Hotel Bintang Tiga baru pertama kali dilakukan sepanjang ETMC dihelat.

Keempat, Pertandingan Malam.

Suhu di Malaka, sebagai kota yang letaknya tidak jauh dari pantai sangat panas. Menyadari kondisi alam ini, Bupati Stef tidak kehilangan ide.

Dari tiga lapangan yang disediakan, satu lapangan utama sudah dilengkapi dengan penerangan yang sempurna untuk pertandingan pada malam hari.

Kelima, Live Streaming.

Masyarakat NTT bahkan seantero dunia bisa menyaksikan tim kesayangannya melalu channel online yakni live streaming TVRI NTT.

Dengan demikian, penikmat sepak bola tidak harus datang ke Malaka untuk menyaksikan jalannya pertandingan. Cukup dengan internet, sudah bisa menonton.

Keenam, Fasilitas dan Layanan Kesehatan Gratis.

Dokter Stef sungguh menyadari bahwa salah satu kunci keberhasilan ETMC 2019 di Malaka adalah Kesehatan.

Karena itu, dengan menggerakan  tim kesehatan secara total, semua kontingan  diberi pelayanan  kesehatan secara gratis selama berada di Malaka. Tidak hanya pada saat bertanding namun saat berada di penginapan.

Demikian tujuh fakta menarik yang menjadi keunikan turnamen ETMC 2019 di Malaka. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan event ini, Malaka telah menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola NTT.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Bupati Malaka Malaka Stef Bria Seran
Previous ArticlePenambahan Debit Air Baku di Desa Gurung Liwut Matim Telan Biaya 1 Miliar
Next Article Bangun Rumah Warga, Pemkab Nagekeo Anggarkan 3 Miliar

Related Posts

Dinas PUPR NTT Keruk Sedimen dan Normalisasi Sungai di Malaka Pascabanjir

30 April 2026

Polda NTT Tetapkan Perempuan Asal Manggarai sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Rp200 Juta

21 April 2026

Pria Asal Malaka Laporkan Dugaan Penipuan Rp200 Juta ke Polda NTT, Terlapor Diduga Gunakan Identitas Palsu

19 April 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.