Mbay, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPKP)
menganggarkan 3 miliar lebih untuk membangun rumah warga pada tahun 2019 ini.
DPKP Kabupaten Nagekeo menargetkan sebanyak 265 unit rumah di Kabupaten Nagekeo bakal dibangun dengan dana tersebut.
Jumlah itu melebihi target RPJMD Kabupaten Nagekeo tahun 2019 yakni hanya sebanyak 260 unit.
Sasarannya antara lain diprioritaskan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan bantuan khusus rehabilitasi rumah bagi korban kebakaran.
“Terkait sumber anggaran, proyek bantuan pembangunan rumah bagi MBR berasal dari tiga sumber anggaran yakni, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 2,8 miliar. Sedangkan dua sumber lainnya dari APBD I Provinsi NTT Rp 315 juta dan APBD II sebesar Rp 1,5 miliar,” jelas Kepala DPKP Nagekeo, Lori Antonius saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (05/07/2019).
Menurut Anton, bantuan diberikan berdasarkan data dan usulan dari masing-masing desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo.
Ia menjelaskan, khusus penerima bantuan perumahan berkategori peningkatan kualitas ini, Dinas PRKP akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 15 juta per-unit untuk membantu pembiayaan belanja bahan bangunan.
Selanjutnya ditambah Rp 2,5 juta per unit untuk pembiayaan tukang dan pekerja. Jadi total yang akan diterima sebanyak Rp 17,5 juta.
Anton mengatakan, sumber anggaran dari DAK sebesar Rp 2,8 miliar dialokasikan untuk membangun 160 unit rumah di Kecamatan Aesesa. Sebarannya di empat desa yakni Labolewa, Ngegedhawe, Olaia dan Nangadhero.
Sedangkan dua sumber lainnya yakni dari APBD I Provinsi NTT Rp 315 juta untuk membangun 18 unit rumah khusus di Desa Nangadhero. Sedangkan APBD II sebesar Rp 1,5 miliar untuk membangun 87 unit yang di dalamnya sudah termasuk bantuan rehabilitasi 13 unit rumah korban kebakaran.
Anton menargetkan, pada 20 Juli ini fisik pekerjaan sudah mencapai 25 persen. Sehingga pencairan tahap pertama pembiayaan pembelanjaan dapat segera dilakukan.
Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

