Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Asal Matim Meninggal di Kalimantan, Keluarga Galang Bantuan Dana
Regional NTT

Warga Asal Matim Meninggal di Kalimantan, Keluarga Galang Bantuan Dana

By Redaksi8 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Naas menimpa Maria Ena, warga Kampung Golo Dopo, Desa Rana Masak, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores-NTT.

Maria menghembuskan napas terakhirnya di salah satu rumah sakit yang ada di Balik Papan, Kalimantan Timur, Senin (8/7/2019) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, saat ini almarhumah belum bisa dipulangkan lantaran tak ada biaya. Warga Desa Rana Masak pun saat ini melakukan penggalangan dana.

Margareta Mbi (39), Ketua RT001/RW01, Dusun Tok, Desa Rana Masak yang ditemui VoxNtt.com di Kampung Papang, tengah sibuk melakukan penggalangan dana di setiap rumah warga.

“Jadi begitu kami dengar kabar tadi saya pun datang ke setiap rumah untuk mendapatkan uluran tangan. Ini sudah menjadi kebiasaan di kampung ini. Apalagi duka ini kan sesuatu yang tidak terduga, tanpa direncana,” ucapnya.

Dari pengakuan keluarga, lanjut Margareta, Maria pergi ke rumah sakit Balik Papan bersama sang suami untuk berobat. Namun, bukan kesembuhan yang didapati Maria. Ia mengakhiri hidupnya di rumah sakit itu.

Dikatakannya, Maria dan sang suami Gonsi Fansius Dima merantau ke Kalimantan belum sampai setahun. Bahkan, kepergian Maria kala itu dalam keadaan yang kurang sehat.

“Informasinya memang seperti itu, mungkin baru setengah tahun mereka di sana. Dia (Maria) mengalami 2 kali miskram. Mereka ke Kalimantan waktu itu Maria dalam keadaan hamil,” tukasnya.

Selain itu, Maria juga diduga memiliki penyakit dasar yakni hepatitis. Bahkan dokter sudah menganjurkan kepada Maria untuk tidak boleh hamil lagi.

Bagi yang ingin membantu silakan menghubungi;

082235919256 (Ibu Margateta)
085338300879 (Bapak Arsi)

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleSuku Nataia Nagekeo Segera Gelar Tinju Adat
Next Article Pemkab Nagekeo Belum Ada Mobil Damkar

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.