Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Aksi Tolak Penutupan Pulau Komodo, Ini Pernyataan Sikap Masyarakat
NTT NEWS

Aksi Tolak Penutupan Pulau Komodo, Ini Pernyataan Sikap Masyarakat

By Redaksi17 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Persiapan aksi masyarakat Komodo menolak penutupan Pulau Komodo, Rabu (17/7/2019), (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Rencana penutupan Pulau Komodo oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menuai protes dari masyarakat Komodo.

Sebagai bentuk protes, masyarakat Komodo menggelar aksi di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, dan Kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Rabu (17/07/2019.

Masyarakat Komodo menolak pemindahan penduduk keluar dari pulau seperti yang diwacanakan Gubernur NTT.

Korlap Aksi Ihsan Abdul Amir mengatakan, sebagai masyarakat di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, pihaknya sudah lama mendukung usaha-usaha konservasi dan pembangunan pariwisata.

Selain itu, kata Ihsan, warga juga menolak segala program pembangunan yang mengabaikan keberadaan masyarakat Komodo sebagai penduduk setempat.

Pihak Ihsan menginginkan pembangunan pariwisata dan konservasi yang memperhitungkan keberadaan warga sebagai penduduk Pulau Komodo. Kata dia, model pembangunan harus lebih memenuhi hak-hak dasar mereka sebagai warga negara yang berdaulat.

“Kami sudah lama terlibat dalam pariwisata berbasis konservasi. Penutupan sewenang-wenang Pulau Komodo akan menghilangkan mata pencaharian kami,” tegas Ihsan kepada VoxNtt.com.

Menurutnya, masyarakat Komodo telah melewati sebuah proses yang sangat panjang, sebelum bergatung pada sektor pariwisata.

“Harga yang sangat mahal mesti kami bayar. Kami telah merelakan tanah kami untuk dijadikan sebagai bagian dari kawasan TNK. Lantas, ketika kami telah bergantung pada sektor pariwisata, pemerintah secara sepihak mengambil keputusan menutup Pulau Komodo dari aktivitas pariwisata yang dengan jelas amat merugikan kami secara ekonomi,” tandas Ihsan.

Atas dasar itu, lanjut dia, masyarakat Komodo menyatakan beberapa pernyataan sikap.

Pertama, menuntut Gubernur NTT untuk segera membatalkan rencana penutupan Pulau Komodo dan memindahkan sebagian ataupun seluruh penduduk.

Kedua, menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera mencabut kembali pernyataan dukungannya terhadap rencana penutupan Pulau Komodo.

Ketiga, menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas model pengembangan pariwisata di Kampung Komodo yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Keempat, menuntut pihak BTNK untuk juga berpihak pada kepentingan masyarakat Komodo, di samping menjalankan tupoksinya sebagai badan konservasi.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Manggarai Barat
Previous ArticleDi Ndueng-Datak, Warga Timbah Air Sungai untuk Kebutuhan Sehari-hari
Next Article PT TLL Diduga Ingin Rebut Kembali Lahan Milik Masyarakat Kabupaten Kupang

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.