Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Terkait Masalah Tanah, Relawan Jokowi NTT Gelar Aksi Demonstrasi
Regional NTT

Terkait Masalah Tanah, Relawan Jokowi NTT Gelar Aksi Demonstrasi

By Redaksi18 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat Kabupaten Kupang dan Relawan Jokowi NTT saat tiba di depan Kantor DPRD NTT, Kamis 18 Juli 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Puluhan masyarakat
Kabupaten Kupang, dan Relawan Jokowi NTT menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD NTT, Kamis (18/07/2019).

Kedatangan puluhan masyarakat dan relawan Jokowi NTT itu terkait masalah tanah di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Baca Juga: PT TLL Diduga Ingin Rebut Kembali Lahan Milik Masyarakat Kabupaten Kupang

Mereka meminta DPRD NTT untuk segera mengambil langkah terkait persoalan itu.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut pemerintah dan pihak pertanahan untuk segera turun ke lapangan dan meng-cross check tanah di wilayah Sawah Tunggadea, Dalam Kom, Kepala Kerbau, Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Tanah yang sebagaimana sudah dicabut HGU tersebut tidak dikembalikan pada masyarakat pemilik tanah yang diakui dalam Kefetoran Babau di bawah kuasa Sonaf Onenama.

Malahan kata mereka, ada oknum-oknum tertentu menciptakan pemilik tanah baru yang kemudian melahirkan konflik di tengah masyarakat.

Pantauan VoxNtt.com, aksi demonstrasi itu dimulai dari GOR Oepoi, Kota Kupang menuju Kantor DPRD NTT.

Saat tiba di Kantor DPRD NTT, mereka diterima oleh Komisi 1 DPRD NTT.

FN Sambi Dede, anggota Relawan Jokowi NTT mengaku tujuan aksi itu untuk menfasilitasi persoalan masyarakat terkait masalah tanah di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

“Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (konflik), dan memastikan bahwa jokowi tidak tersandera dalam permainan kepentingan oknum/kelompok tertentu,” kata Dede kepada VoxNtt.com, usai aksi itu.

Ia mengatakan, sebagai barisan Relawan Jokowi, pihaknya memastikan posisinya sebagai mata, telinga dan hati Presiden RI itu di tengah masyarakat.

“Oleh karena itu, ketika terjadi persoalan-persoalan masyarakat semisal persoalan tanah yang terjadi pada masyarakat Nunkurus maka kami menjamin keberpihakan kami pada masyarakat,” tegasnya.

Sebagaimana informasi yang berkembang pada publik terkait rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Kupang-NTT untuk agenda panen garam dan pembagian sertifikat.

“Maka kami nyatakan posisi kami sebagai garda terdepan untuk memastikan Presiden Jokowi aman dan tepat dalam langkah-langkah kebijakannya,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Presiden Jokowi harus menjadi kegembiraan untuk rakyat.

“Bukan sebaliknya membawa penderitaan, dan langkah pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi harus menjadi kabar gembira bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Dede.

Menanggapi kedatangan dari masyarakat dan Relawan Jokowi NTT itu, anggota Komisi 1 DPRD NTT, Pdt. Junus Naisunis mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat komisi untuk mamanggil pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi NTT.

“Kita menunggu ketua komisi datang untuk rapat lengkap secara komisi sekaligus panggil BPN untuk hadir dan mengambil langkah-langkah seperti apa,” katanya.

Komisi 1 juga akan meminta Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk bisa mengatasi persoalan itu sebelum Presiden Jokowi datang ke NTT.

“Karena ini juga kepentingan pemerintahan juga,” ujar Pdt. Junus.

Senada, Jhon Epi Parera yang juga anggota Komisi 1 DPRD NTT, mengatakan persoalan itu harus ditangani secepat mungkin.

“Akan memanggil pihak pertanahan. Supaya ada kesimpulan bersama apakah pak Jokowi itu memang sudah kondusif atau memang belum kondusif di tempat ini,” kata Parera.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang Kota Kupang
Previous ArticleTerkait Keluhan Pengusaha Hasil Bumi, Ini Penjelasan Kepala KPP Pratama Ruteng
Next Article Kisah Arsen yang Luput dari Perhatian Pemerintah

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.