Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ibu Uluk Dapat Perhatian Khusus Pemkab TTU
Regional NTT

Ibu Uluk Dapat Perhatian Khusus Pemkab TTU

By Redaksi26 Juli 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ibu Uluk saat dikunjungi Anggota Komunitas Satu Biinmafo. (Foto: Eman/VoxNTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), melalui Dinas Sosial, memberikan perhatian khusus kepada Ibu Uluk, Warga RT 005 RW 002, Desa Hauteas Barat, Kecamatan Biboki Utara.

Ibu Uluk merupakan penderita penyakit Epilepsi, telah melahirkan dua anak tanpa suami.

“Untuk Ibu Uluk di Desa Hauteas Barat itu, dari Dinas sosial melalui satuan bakti pekerja sosial (Sakti Peksos), sudah turun melakukan investigasi untuk mengambil datanya,” jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU, Simon Soge saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (25/07/2019).

Simon menjelaskan, kesejahteraan Ibu Uluk menjadi perhatian khusus pemerintah. Bersama anaknya yang pertama dimasukkan dalam program perlindungan jaminan sosial. Setiap tiga bulan sekali, mendapat bantuan uang tunai.

Derita Hidup Mama Bona, Senandung Kemiskinan dari Bumi Biinmafo TTU

Sementara untuk anak kedua, kata dia, terakomodir dalam program keluarga harapan.

“Dia (Ibu Uluk) juga termasuk KK miskin yang mendapat bantuan rastra (beras sejahtera), itu per bulan 10 kg,” tutur Simon.

Ibu Uluk tinggal bersama dua anaknya dan Sang Ibunda, Bona Subani di gubuk yang sudah reyot, beratapkan daun Gewang.

Sementara untuk tidur, mereka gunakan belahan bambu, dilapisi tikar lusuh.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J

 

Simon Soge TTU
Previous ArticlePembangunan Monumen Pancasila Dihentikan, Proses Hukum Segera Dilakukan
Next Article Satgas DD Kabupaten Manggarai Lakukan Monev di Desa Kole

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.