Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Konsultasi Regional Wilayah Nusa Tenggara Diadakan di Labuan Bajo
NTT NEWS

Konsultasi Regional Wilayah Nusa Tenggara Diadakan di Labuan Bajo

By Redaksi26 Agustus 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Konsultasi Regional Wilayah Nusa Tenggara di Hotel Jayakarta Labuan Bajo, Senin 26 Agustus 2019 (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kementerian PPN/BAPPENAS menggelar konsultasi regional wilayah Nusa Tenggara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT, Senin (26/08/2019).

Konsultasi yang berlangsung tepatnya di Hotel Jayakarta Labuan Bajo ini dibuat untuk menyelaraskan tujuan, sasaran dan agenda pembangunan.

Tujuan lain yakni, untuk menghimpun masukan dan menyamakan persepsi dari segenap pelaku pembangunan. Itu terutama elemen masyarakat daerah, meliputi unsur: pemerintah daerah baik tingkat 1 maupun 2, Perguruan Tinggi/Akademisi, serta OMS, pelaku usaha.

Hal ini merupakan amanat dari UU Nomor 25 Tahun 2004 sebagai arahan dalam pembangunan lima tahun ke depan.

Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Parulian Silalahi mengatakan, penyelenggaraan konsultasi regional merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kata dia, hal ini selalu dikonsultasikan Kementerian PPN/BAPPENAS per pulau besar, yakni Jawa Bali di Surabaya, Sulawesi di Manado, Sumatera di Medan, Kalimantan di Balik Papan, Nusa Tenggara di Labuan Bajo, serta Maluku dan Papua di Sorong.

Menurut Silalahi, penyusunan RPJMN 2020-2024 dilakukan dengan pendekatan THIS, yakni Tematik (penentuan tema prioritas), Holistik (pencapaian prioritas nasional koordinasi berbagai K/L dan pemerintah daerah), Integratif (keterpaduan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai prioritas nasional), dan Spasial (keterkaitan antarwilayah untuk mencapai sasaran prioritas nasional) yang didukung dengan penganggaran berbasis program (Money Follows Program).

Ia menjelaskan, tahapan penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 adalah;

Pertama, penyusunan kajian awal (background study) sebagai landasan akademis yang menjelaskan kondisi, kinerja, dan tantangan pembangunan secara obyektif;

Kedua, penyusunan rancangan teknokratik RPJMN yang menguraikan kerangka pikir, skenario pembangunan lima tahun ke depan, rancangan arah kebijakan, tema pembangunan, dan substansi pendukung;

Ketiga, pemutakhiran rancangan teknokratik menjadi rancangan awal RPJMN 2020-2024. Hal ini dengan mengacu pada visi dan misi Presiden terpilih, arahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), prioritas pembangunan daerah dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) sebagai komitmen global.

Khusus di Nusa Tenggara, kata Silalahi, akan digali permasalahan terkait penguatan sektor ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan investasi.

Kemudian, digali juga pengembangan antar wilayah di Nusa Tenggara untuk mengurangi kesenjangan, pengembangan infrastruktur yang mendukung ekonomi dan pelayanan dasar, peningkatan kualitas dan saya saing SDM, revolusi mental, isu kebencanaan, perubahan iklim dan lingkungan hidup, stabilitas Polhuhankam dan pelayanan publik.

Menurut dia, potensi SDA dan pariwisata di kawasan Nusa Tenggara masih menjadi unggulan. Namun isu kemiskinan masih terjadi di wilayah ini.

Selain itu, infrastruktur dasar dan konektivitas intra-wilayah yang kurang memadai, optimalisasi peran wilayah perbatasan sebagai beranda negara, dan tingginya potensi bencana serta isu lingkungan hidup masih membayangi pembangunan Nusa Tenggara.

Silalahi mengungkapkan, konsultasi regional membahas tujuh agenda pembangunan, yaitu: memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi berkualitas, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing, membangun kebudayaan dan revolusi mental, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar; membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta memperkuat stabilitas politik hukum dan hak asasi manusia dan transformasi pelayanan publik.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Manggarai Barat
Previous ArticleMengenal Sejarah UNIKA St. Paulus Ruteng
Next Article Mengenal Sarlin Jones, Finalis Miss Grand Indonesia 2019 asal NTT

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.