Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Mabes TNI AD Tinjau Lokasi Pembangunan Mako Yonif 746 di Nagekeo
NTT NEWS

Mabes TNI AD Tinjau Lokasi Pembangunan Mako Yonif 746 di Nagekeo

By Redaksi5 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Di hadapan utusan dari Mabes TNI AD dan BPN, Dandim 1625 Ngada Letkol Inf. I Made Putra Suartawan menunjukkan peta tapal batas tanah milik TNI AD di wilayah Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Kamis 5 September 2019 (Foto: Patrick Romeo Djawa/Vox NTT))
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Dua utusan dari Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat meninjau lokasi pembangunan Markas Komando Yonif 746 di Kabupaten Nagekeo, Kamis (05/09/2019).

Keduanya yakni Kolonel Czi. Adisura Firdaus Tarigan, Paban I/Jakrenstra Srenad dan Kapten Inf. Bagus Ashari Nughraha, Kaur Minlarsat Spaban ll Srenad.

Keduanya datang dengan didampingi Asrendam IX/Udayana Kolonel Arm Ahmad Muttaqin dan Wadan Denzibang Kupang Mayor Czi Very, serta Dandim 1625 Ngada Letkol Inf. I Made Putra Suartawan.

Hadir juga Wakapolsek Aesesa, utusan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan Badan Pertanahan Nasional.

Kunjungan Tarigan dan Nugraha merupakan yang pertama kali di lokasi dalam rangka mempercepat pembangunan Markas Komando Yonif 746 di wilayah Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Asrendam IX/Udayana Kolonel Arm Ahmad Muttaqin mengatakan, Mabes TNI AD merencanakan, Mako Yonif 746 Nagekeo akan mulai dibangun tahun 2021 hingga tahun 2022 mendatang.

Pembangunan itu, kata Ahmad, sebagai bagian dari pengembangan wilayah strategis.

Di samping itu, sebagai bentuk perintah Negara dalam misi pertahanan dan keamanan.

Kolonel Ahmad mencontohkan wilayah Labuan Bajo yang sering didatangi orang asing dianggap dapat menjadi pemicu adanya gangguan pertahanan dan keamanan Negara.

Sebagai informasi, ada warga yang terlanjur menempati tanah milik TNI AD di wilayah Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Padahal lokasi ini direncanakan bakal membangun Markas Komando Yonif 746.

Terkait kondisi itu, Kolonel Ahmad  mengatakan TNI AD akan mengantisipasinya dengan memfasilitasi relokasi warga dalam satu tempat.

“Intinya mereka mengakui dan menyadari bahwa yang mereka diami ialah tanah milik TNI AD yang telah bersertifikat,” katanya.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleUsut Dugaan Malpraktik di RS Leona, Polres TTU Otopsi Jenazah Bayi
Next Article Kadis PKO Mabar Minta Mediasi Masalah di SMPN 1 Kuwus Barat

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.