Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Rumah Hangus Terbakar, Warga Malaka Minta Bantuan Pemda
HEADLINE

Rumah Hangus Terbakar, Warga Malaka Minta Bantuan Pemda

By Redaksi6 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah milik Gabriel yang ratah dengan tanah akibat dilahap si jago merah. (Foto: Frido)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Sebuah rumah di Dusun Kaen Laran, Suai B, Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka hangus terbakar.

Musibah yang menimpa keluarga Gabriel Klau Buat ini terjadi pada Rabu, 04 september 2019, sekitar pukul 11.30 Wita.

Api melahap seluruh bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan beratap daun pohon gawang.

Gabriel yang setiap harinya bekerja sebagai petani sawah merasa terpukul dengan kejadian itu. Apalagi rumah sederhana tersebut dibuatnya dari hasi jeri payah keluarganya selama bertahun-tahun.

Kini Gabriel sekeluarga terpaksa menumpang di rumah tetangga terdekat.

Gabriel berharap ada uluran tangan dari pemerintah dan semua pihak untuk meringankan beban keluarganya.

“Ini adalah musibah dan harus kami terima. Tapi dari lubuk hati yang paling dalam, saya berharap ada bantuan dari Pemerintah. Kami sudah tidak punya apa-apa. Hanya baju saja di badan,” tutur Gabriel kepada VoxNtt.com dengan nada sedih.

Dugaan sementara penyebab kebakaran terjadi akibat kosleting listrik.

Akibat dari bencana kebakaran ini, Gabriel dan keluarga mengalami kerugian material mencapai sekitar Rp. 75.000.000 (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).

Ada pun perinciannya adalah sebagai berikut:
– 40 karung padi sebanyak 50 Kg
– Uang tunai Rp. 1.000.000
– 25 sarung/kain adat
– Pakaian dan perabotan rumah tangga
– Ijazah SD, SMP, dan SMA.

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K

Malaka
Previous ArticleMata Air dan Air Mata di Desa Tubmonas TTS
Next Article Panggung ‘Natas’ Dibangun, Kadis PUPR Matim: Kita Harus Mulai dari Lehong

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.