Peserta KDMI Prodi PGSD UNIKA Santu Paulus Ruteng Gelar pose bersama Ketua Prodi Mikael Nardi (Foto: Selvianus Hadun)

Ruteng, Vox NTT- Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng menggelar Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI).

Kompetisi ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada 9-10 September 2019.

Ketua Prodi PGSD Mikael Nardi membuka secara resmi kegiatan yang berlangsung di ruangan Eduardus itu.

Nardi mengatakan, KDMI bertujuan untuk menghasilkan tenaga pendidik, peneliti, praktisi yang unggul, profesional dan berkompeten.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih peribadi kita menjadi peribadi yang memiliki daya saing yang tinggi dan mampu berkompetisi,” ungkap dia dalam sambutannya.

Alumnus Prodi Pendidikan Teologi STKIP Ruteng itu mengharapkan, kegiatan KDMI dapat menghasilkan generasi yang unggul.

Diharapkan pula melalui KDMI, peserta bisa mengikuti debat tingkat fakultas dan universitas, sekaligus menentukan siapa yang bisa terpilih untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa dan Pelajar (Pimpel) yang akan dilaksanakan di Yogyakarta.

Selain tujuan tersebut, Nardi juga mengungkapkan, kegiatan KDMI dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) PGSD.

Ditemui terpisah, Ketua panitia pelaksana kegiatan Marcelinus Ungkang mengatakan, KDMI ini menuntut mahasiswa agar berwawasan luas, mampu berbahasa Indonesia dengan benar, dan mampu berargumentasi dengan baik.

Itu terutama kemampuan mematahkan argumentasi lawan melalui argumen-argumen yang didukung dalil-dalil yang kuat.

“Lomba ini adalah ajang untuk mengasah kemampuan intelektulitas mahasiswa sekaligus mempersiapkan dan melatih kemampuan mahasiswa untuk bisa mengikuti lomba debat tingkat fakuktas, tingkat universitas dan bahkan ke tingkat Nasional,” ujar Marcelinus.

Untuk diketahui, KDMI ini diikuti 48 peserta yang terdiri dari 16 tim. Setiap tim terdiri dari 3 anggota.

Peserta lomba berasal dari berbagai tingkat yakni tingkat 1 sebanyak 6 tim, tingkat 2 sebanyak 4 tim dan tingkat 3 sebanyak 6 tim.

Debat ini dinilai oleh dua juri yakni Vitalis Tarsan dan Marselinus Robe. Keduanya adalah dosen di UNIKA St. Paulus Ruteng.

KR: Selvianus Hadun
Editor: Ardy Abba

alterntif text