Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pilpres dan Pileg Sukses, Ansy Lema: Tidak Terlepas dari Totalitas TNI dan Polri
NTT NEWS

Pilpres dan Pileg Sukses, Ansy Lema: Tidak Terlepas dari Totalitas TNI dan Polri

By Redaksi12 September 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI terpilih, Yohanes Fransiskus Lema (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Yohanes Fransiskus Lema mengapresiasi Polri dan TNI yang telah menjaga penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada pemilu serentak 2019.

Ansy, demikian ia disapa mengatakan, totalitas aparat TNI dan Polri membuat pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia berjalan aman dan tertib.

“Pemilu tahun 2019 kemarin menjadi momentum perdana digelar secara bersamaan untuk memilih anggota DPR RI, DPR Provinsi dan DPR Kabupaten dan anggota DPD RI. dan pada saat yang sama juga masyarakat Indonesia memilih presiden dan wakil presiden. Hal ini bukan pekerjaan yang mudah. Kita harus memberi apresiasi terhadap berbagai pihak baik pelakasana pemilu dari berbagai level baik KPU dan Bawaslu serta aparat keamanan baik Kepolisian dan TNI,” kata Ansy Lema dalam rilis yang diterima VoxNtt.com,  Rabu (11/09/2019.)

Ansy yang terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil NTT II ini menegaskan,  pelaksanaan Pilpres dan Pileg bukan hal yang mudah. Tetapi dalam pelaksanaannya berlangsung dengan aman dan damai.

Hal itu kata Ansy, karena TNI dan Polri mampu untuk menjamin situasi keamanan dan menghadirkan perdamaian secara kondusif.

“Dan kita tahu pelaksanaan pemilu tahun 2019 kemarin sudah selesai dan berakhir dengan suasana penuh kedamaian. Hari ini kita tinggal menunggu waktu anggota DPR RI dilantik pada 1 Oktober nanti dan setelah itu akan ada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 Oktober 2019,” ujar mantan aktivis 98 itu.

Ansy menegaskan, masyarakat perlu mengapresiasi kerja totalitas dari aparat TNI dan Polri. Hal itu walaupun berhadapan dengan dinamika dan perkembangan politik, namun keamanan tetap terjaga secara kondusif.

Menjelang pelantikan anggota DPR RI dan Presiden serta Wakil Presiden tensi politik di tanah air menunjukkan situasi ke arah yang lebih baik. Hal ini dikarenakan partai-partai politik sudah bisa menerima hasil pemilu.

“Sengketa-sengketa pemilu sudah diselesaikan di Mahkamah Konstitusi dan kita ketahui Mahkamah Konstitusi adalah benteng terakhir untuk menyelesaikan sengketa pemilu baik legislatif maupun,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi pihak Polda NTT dan TNI pada 3 Matra di provinsi itu yang berkontribusi menjaga suasana Kamtibmas selama Pileg dan Pilpres.

“Kalau kita bicara NTT, NTT merupakan salah satu provinsi yang layak kita contohi dari aspek keamanannya. Karena kita ketahui pemilu legislatif dan Pilpres bisa berjalan secara baik di sana dan berbagai dinamika bisa diselesaikan secara damai,” ungkapnya.

Ansy menambahkan, Indonesia seharusnya sudah beralih dari politik identitas yang mengeksploitasi sentimen SARA baik etnik dan politisasi agama. Ini tidak sehat bagi demokrasi. Demokrasi yang sehat tegas dia, adalah yang mengedepankan proses edukasi dan literasi dalam kontestasi elektoral.

“Kita tahu Indonesia adalah sebuah Negara yang multi kultur, multi agama. Ini harus dilihat sebagai sebuah kekayaan yang menjadi pendorong kemajuan Indonesia. Jangan sampai kebhinekaan ini dianggap sebagai beban. Oleh karena itu hari ini elemen masyarakat harus dewasa melihat kebhinekaan dan pluraritas  yang merekatkan bukan untuk merenggangkan,” pungkasnya.

Ansy juga menyentil soal berita hoaks dan ujaran kebencian yang merajalela di sosial media. Ia meminta harus bisa dibasmi karena berpotensi memecah belah kerukunan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Terhadap berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian harus kita basmi. Sehingga kemudian berita bohong dan ujaran kebencian tidak secara masif mengisi ruang publik. Inilah saatnya masyarakat harus bisa menyemai ide-ide bernas dan gagasan pluralis sehingga ruang publik diisi oleh pandangan-pandangan sejuk dan merekatkan keindonesian,” tutup Ansy Lema.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Ansy Lema Kota Kupang
Previous ArticleKetua DPD Golkar NTT Angkat Bicara Terkait Kasus Melchias Mekeng
Next Article Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesa-China Dukung “Poros Maritim Dunia”

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.