Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab TTU Salurkan 13 Ton Beras ke Tujuh Desa Rawan Pangan
Regional NTT

Pemkab TTU Salurkan 13 Ton Beras ke Tujuh Desa Rawan Pangan

By Redaksi18 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTU Fransiskus Fay saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 17 September 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Ketahanan Pangan beberapa waktu lalu telah menyalurkan beras sebanyak 13,725 Ton ke-7 desa yang mengalami rawan pangan.

Ke-7 desa tersebut yakni, Upfaon, Oenaem dan Supun Kecamatan Biboki Selatan, Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah, Desa Oenenu dan Oenenu Utara Kecamatan Bikomi Tengah, serta Desa Nibaaf Kecamatan Noemuti.

“Kita sudah melakukan distribusi beras ke-7 desa di Kabupaten TTU sebanyak 13 ton 725 kilogram,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten TTU Fransiskus Fay saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/09/2019).

Frans menjelaskan, beras tersebut tidak dibagikan secara merata bagi seluruh warga dari 7 desa itu.

Namun hanya diperuntukkan bagi 549 kepala keluarga yang terkena dampak rawan pangan dengan kisaran per kk 25 kg.

“Distribusi terakhir itu hari Jumat tanggal 06 September kemarin,” jelas mantan Kabag Umum Setda TTU itu.

Fransiskus menambahkan, saat ini jumlah beras untuk mengatasi rawan pangan yang masih tersedia sebanyak 7 ton lebih.

Apabila stok beras tersebut nantinya tidak mencukupi, maka pihaknya akan mengajukan permintaan untuk menggunakan beras cadangan yang ada di Dinas Sosial TTU.

“Data yang rawan pangan di-7 desa itu per bulan Juni kemarin, sementara kita masih rampungkan data lagi terkait desa yang juga mengalami rawan pangan,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticleMgr. Silvester San Resmikan Gereja Paroki Orong Mabar
Next Article Wily Lay Merapat ke Kandang Moncong Putih

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.