Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Demokrat NTT Apresiasi Menpar Tidak Tutup Pulau Komodo
NTT NEWS

Demokrat NTT Apresiasi Menpar Tidak Tutup Pulau Komodo

By Redaksi19 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Binatang Komodo yang sudah menjadi tujuh keajaiban dunia (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi langkah Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya yang membatalkan wacana penutupan Pulau Komodo di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi berencana menutup Palau Komodo pada tahun 2020 mendatang.

“Kami mendukung dan memberikan apresiasi kepada Menpar yang tidak akan menutup TNK,” kata Politisi Partai Demokrat NTT, Winston Neil Rondo kepada wartawan di Kupang, Kamis, (19/09/2019).

Saat menjabat sebagai anggota DPRD NTT periode 2014-2019, mantan Ketua Fraksi Demokrat itu secara tegas, menolak wacana penutupan Pulau Komodo oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat

“Kami berterima kasih atas langkah tepat dan jitu dari tim terpadu lintas Kementerian dan khususnya bapak Mentri Parawisata untuk tidak menutup Pulau Komodo dan tidak merelokasi penduduknya, ” ujar Winston.

Menurutnya, langkah yang diambil Menteri Pariwisata itu pertanda bahwa Pemerintah Pusat punya keberpihakan jelas kepada rakyatnya sendiri.

“Pemerintah Pusat mendengar aspirasi dan tangis gelisah warganya,” tutur Winston.

Ia mendesak agar keputusan ini segera difinalisasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Dan ditegaskan kepada Bapak Gubernur dan Pemprov NTT agar tidak boleh ada wacana dan aksi apapun yang mengganggu lagi urusan penutupan Pulau Komodo dan relokasi warga ini,” harapnya.

“Biarkan rakyat NTT yang tinggal di Pulau Komodo mereka bisa tidur tenang dan ikut aktif bersinergi membangun parawisata di Pulau Komodo,” tambah dia.

Winston percaya bahwa resep terbaik membangun parawisata di NTT sebagai prime mover pembangunan ekonomi hanya bisa dilaksanakan, jika melibatkan rakyatnya sendiri sebagai pelaku wisata utama dan yang berdaulat di atas tanah kelahirannya sendiri.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang TNK
Previous ArticleBelum Sebulan Dilantik, Anggota DPRD Matim Ini Beri Bantuan Meteran Gratis
Next Article Menafsir Felix Nesi Melalui Orang-Orang Oetimu

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.