Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dalam Sehari, Masyarakat TTU Hasilkan 85 Ton Sampah
Regional NTT

Dalam Sehari, Masyarakat TTU Hasilkan 85 Ton Sampah

By Redaksi3 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Timbunan sampah di areal hutan Tutab yang dimusnahkan dengan cara dibakar (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Masyarakat Kabupaten TTU dalam sehari bisa menghasilkan hingga 85,2 ton timbulan sampah.

Khusus untuk masyarakat yang bermukim di Kota Kefamenanu sendiri dalam sehari mencapai 14,6 ton sampah.

Jumlah tersebut merupakan sampah anorganik di luar dari sampah organik yang berasal dari limbah pertanian.

“Itu sebagian limbah anorganik dari rumah tangga,limbah rumah makan, penginapan dan tempat usaha lainnya sementara yang limbah pertanian seperti jerami padi dan lain-lain tidak terhitung dalam jumlah yang disebutkan tadi,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Frans Brahman saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon, Rabu (02/10/2019).

Frans menjelaskan dalam satu hari, hanya 5 truk yang mengangkut sampah yang dihasilkan oleh warga Kota Kefamenanu untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Itu dengan perkiraan 1 truk mampu memuat 1,5 ton sampah.

Sedangkan sisa dari sampah yang tidak diangkut tersebut, jelasnya, tersebar di sungai, saluran dan sebagian masih tersimpan di rumah warga.

“Kalau kita dinas tidak lakukan pengelolaan sampah secara langsung, kita hanya memotivasi masyarakat agar sampah yang ada bisa didaur ulang untuk menjadi barang yang berguna,” tuturnya.

Pantauan VoxNtt.com, di lokasi hutan Tutab Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan yang menjadi areal tempat pembuangan sementara sampah dari Kota Kefamenanu, Kamis (03/10/2019), tampak terdapat kurang lebih 5 titik timbunan sampah.

Timbunan sampah tersebut pun dimusnahkan hanya dengan cara dibakar.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticleWarga Ende Keluhkan Dana Ganti Rugi Pembebasan Lahan Bandara Diblokir
Next Article Gelar Rapat Akbar ‘Jaga NKRI’, Para Rektor di Kupang Dapat Kritikan Pedas

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.