Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Oknum Wartawan di Matim Diduga Minta Kompensasi 7 Juta Rupiah
HEADLINE

Oknum Wartawan di Matim Diduga Minta Kompensasi 7 Juta Rupiah

By Redaksi7 Oktober 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- KNJ seorang wartawan salah satu media online di Manggarai Timur (Matim) diduga meminta dana kompensasi senilai 7 juta rupiah kepada KS.

KS merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu sekolah yang berada di Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, KNJ meminta uang jutaan rupiah kepada KS melalui pesan Short Message Service (SMS), Sabtu (05/10/2019), sekitar pukul 17.55 sore.

Dalam SMS itu, KNJ menjelaskan dana kompensasi itu merupakan permintaan dari dewan pers untuk memulihkan kepercayaan publik melalui jalur Lonto Leok (duduk bersama untuk mencapai mufakat).

Saat dikonfirmasi VoxNtt.com,  KNJ mengaku tidak meminta uang. Dia juga meminta VoxNtt.com untuk mengkonfirmasi ke YS dan AK.

Menurutnya, kasus yang sedang terjadi itu tengah dikawal oleh Aliansi Jurnalis Online (AJO) di Manggarai Timur.

“Ok om saya tegaskan tidak ada minta uang. Ite (Anda) kalau mau tulis, itu saya punya pernyataan,” tegas KNJ kepada VoxNtt.com,  Minggu (06/10) malam.

Berikut bunyi SMS KNJ kepada KS:

“Sore kaka..hari senin tman2 datang semua di rumah..kaka siap kompensasinya 7 juta. Ini bukan dari saya tapi dari dewan pers untuk pulihkan kepercayaan publik melalui jalur lonto leok yang nantinya semua media manggarai raya akan publikasi itu..tabe”

Diduga Intimidasi

Sebelumnya KNJ diduga diintimidasi oleh KS saat meliput kegiatan penetapan calon Kepala Desa di Kantor Desa Komba, Rabu (2/10/2019).

“Ketika saya hendak mengambil gambar dalam momen tersebut, ia masuk mendekati saya dan ingin merampas kamera yang saya pegang sambil teriak, jangan foto,” jelas KNJ.

Menurutnya, meski sudah dijelaskan beberapa kali bahwa dirinya adalah wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan, namun KS tidak peduli.

Sementara itu KS mengaku tidak bermaksud melakukan intimidasi kepada seorang wartawan.

“Saya tidak bermaksud mengintimidasi wartawan yang sedang meliput. Peristiwa kemarin merupakan reaksi spontanitas,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Jumat (5/10/2019) di Borong.

Dikatakannya, reaksi itu merupakan ekspresi kekecewaan lantaran panitia Pilkades tidak memberikan informasi yang benar terkait bakal calon yang akan bertarung pada Pilkades di desa itu.

“Sebelumnya mereka bilang batal untuk penetapan bakal calon ternyata penetapannya tetap mereka lakukan. Dan waktu itu saya datang sebagai tokoh masyarakat. Makanya saya marah panitia Pilkades dan beberapa orang di situ termasuk adik wartawan,” jelasnya.

“Saya memang datang agak terlambat waktu itu, tapi sekali lagi itu reaksi spontanitas tidak ada intimidasi,” tambahnya.

Dikatakan usai peristiwa itu dirinya langsung meminta maaf kepada semua peserta rapat yang hadir.

“Saya minta maaf kepada mereka waktu itu, tapi sekali lagi saya tidak ada maksud untuk intimidasi,” ucapnya. (VoN)

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleJanji Politik dan Politik Janji
Next Article Polda NTT Datangkan Pakar Komunikasi dalam Pelatihan Fungsi Humas Polri

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.