Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato dalam sidang tahunan Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI, di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (16/8/2019).
alterntif text

Kupang, Vox NTT – Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa kecewa dengan Presiden Joko Widodo yang tidak mengakomodir putra terbaik NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menjadi menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf periode 2019-2024.

“Kami merasa kecewa karena seorang Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang merupakan tokoh nasional, dan punya kemampuan dalam mengatasi persoalan bangsa  tidak diakomodir oleh Jokowi,” kata Ketua Forum Pemuda NTT, Agustinus Budi Utomo Gilo Roma kepada VoxNtt.com, Selasa (22/10/2019) sore

Ia mengatakan, Kondisi bangsa hari ini sangat memprihatinkan. Indonesia pun sedang menangis karena dilandasi banyak  masalah seperti kasus kebakaran hutan, kasus Papua, dan banyak persoalan yang silih berganti.

“Untuk mengatasi persoalan tersebut harus ada seorang fighter dalam menyelesaikan masalah, seperti masalah yang lebih spesifik adalah persoalan kebakaran hutan yang menjadi masalah nasional dan internasional,” tegas Bedi demikian Agustinus Budi Utomo Gilo Roma disapa.

Ia menegaskan, Viktor Laiskodat mempunyai kemampuan dan teruji dalam menyelesaikan masalah nasional.

“Sehingga kami kecewa karena presiden Jokowi belum mengakomodir Gubernur NTT,” tandasnya.

Meski demikian, Bedi mengaku tetap menghormati  keputusan Gubernur Viktor walau pun tidak terakomodir dalam kabinet Jokowi.

“Mungkin dalam keputusan ini beliau  memilih kembali ke NTT untuk mengatur lebih baik Nusa Tenggara Timur, tetapi kita melihat ada lompatan Kualitatif yang harus dibuat di nasional,” pungkasnya

Di sisi lain, kata Bedi, Presiden Jokowi telah melakukan keputusan yang tidak mengatasi persoalan bangsa, tanpa kehadiran seorang Viktot Laiskodat.

“Problem bangsa ini semakin meningkat sedangkan kita tau bahwa kondisi nasional saat ini sedang terjadi proses diskriminatif kepada banyak  gerakan- gerakan aktivis baik aktivis gerakan pro demokrasi yang dituduh subfersif, mulai dari tuduan yang sangat  kerdil,” ujar mantan Ketua PMKRI Kupang itu.

“Inikan ambrio dari otoritarianisme yang sedang tumbuh, ada aktivis yang ditembak  dan dipukuli. Kondisi bangsa seperti  ini harus  menempatkan orang – orang yang cerdas dan hebat di jajaran  kabinet seperti Viktor Laiskodat dalam mengatasi persoalan bangsa,” sambung Bedi.

Baca Juga: Forum Pemuda NTT Tanggapi Tanda Tangan Petisi ‘Tolak Viktor Jadi Menteri’

Ia menambahkan, Viktor adalah simbol kuat masyarakat NTT yang keras dan tegas melawan radikalisme dan terorisme.

“Kami merasa bahwa pa Viktor adalah sosok yang perlu diteladani dan dihormati sebagai tokoh nasional yang berada di bumi ibu pertiwi,” tutup Bedi.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

alterntif text