Profesor I Gusti Bagus Arjana (Foto: Dok. Pribadi)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Pemerhati lingkungan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, profesor I Gusti Bagus Arjana angkat bicara terkait penggusuran mangrove di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

“Memang ada pembangunan yang membangun tanpa menggusur, ada juga yang mengusur,” ujarnya kepada VoxNtt.com melalui sambungan telepon, Selasa (22/10/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai ketua koalisi pendidikan NTT itu juga, menyinggung akibat penggusuran dari proyek yang tengah dibangun itu.

“Kita harap penggusuran tidak mengorbankan masyarakat dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Matim perlu dipacu dengan membuka akses laut melalui pembangunan pelabuhan laut yang terhubung ke Surabaya dan Kupang.

Terpisah, praktisi Hukum Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng Laurentius Ni mengatakan pembangunan di wilayah pesisir perlu mempertimbangkan aspek lingkungan.

“Sebenarnya pembangunan, mestinya bisa ramah dengan lingkungan. Hutan mangrove ini kan bukan sekedar tumbuh sendiri tetapi ditanam oleh masyarakat,” ujar Laurentius kepada VoxNtt.com, Selasa siang.

Memang jelas dia, akses jalan dan mangrove sama-sama penting. Tetapi paling tidak, proyek jalan itu wajib mempertimbangkan hutan yang sudah tumbuh.

“Tanaman mangrove itu hanya ada di pesisir pantai, terus jalan masih punya alternatif agar tidak mesti menabrak itu. Karena jangan sampai terjadi abrasi terkikis oleh air laut,” ujar doktor jebolan Universitas Brawijaya Malang itu.

“Dua-duanya penting tetapi mana yang menjadi skala prioritas. Tetapi kalau masih memungkinkan, untuk buat akses di jalur yang lain di luar dari jalur itu. Daripada harus menggunakan tempat yang sudah diupayakan oleh masyarakat untuk menanam itu,” tambahnya.

Tentu jelas dia, ada dalam ketentuan. Tetapi kalau dilihat pemanfaatannya, yang lebih penting ialah hutan mangrove.

“Kalau ada jalan yang belum diaspalakan, ya diaspalkan. Daripada gusur padahal punya tempat sasaran atau tujuannya sama,” imbuhnya.

Mestinya kata dia, DPRD melalui fungsi pengawasan bisa melihat dan mengkajinya secara mendalam tidak sekadar mengizinkan, lalu kemudian ada yang menjadi korban dari lingkungan.

Baca di sini sebelumnya: Pemkab Matim Bangun Jalan, Mangrove Digusur

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba