Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Laka Lena Minta Pemda Malaka Panggil Kades Babulu Selatan
HUKUM DAN KEAMANAN

Laka Lena Minta Pemda Malaka Panggil Kades Babulu Selatan

By Redaksi29 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penyiksaan Noviana Baruk (16) yang diduga dilakukan oleh Kades Babulu Selatan Paulus Lau (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Anggota DPR RI Melki Laka Lena turut berkomentar seputar kasus dugaan persekusi oleh Kepala Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Paulus Lau.

Menurut Melki, Pemkab Malaka mesti memanggil Kades Paulus seputar kasus dugaan penganiayaan terhadap Noviana Baruk, remaja putri yang baru berusia 16 tahun itu.

Pemanggilan tentu saja berdasarkan penganiayaan yang terjadi.

” Pemda Malaka harusnya panggil kadesnya untuk bisa cek situasi dan kondisi apa adanya,” ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Selasa (29/10/2019).

Ketua DPD I Golkar Provinsi NTT itu menyatakan, jika terbukti bersalah maka Pemkab Malaka wajib memberikan sanksi tegas kepada Kades Paulus sesuai aturan yang berlaku.

Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. (Foto: Fanpage Melki Laka Lena)

“Setelah dipanggil diberi respon sesuai fakta dan aturan yangg berlaku dan kalau ada pelanggaran diberi sanksi sesuai aturan. Urusan hukum lain serahkan ke proses hukum,” tandasnya.

Sebelumnya, enam orang terlapor sudah ditahan Polres Belu. Sedangkan sesuai informasi yang diperoleh dari Polsek Kobalima Kades Paulus masih belum berada di tempat.

“Pak desa masih di Timor Leste ada urusan adat katanya. Informasi ini dari Sekretaris Desa Babulu Selatan. Katanya hari ini (28/10/2019 ) dia datang memenuhi panggilan dari kami Polisi untuk dimintai keterangan,” terang Kapolsek Kobalima AKP Marthen Pelokila.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Melki Laka Lena Polsek Kobalima
Previous ArticleViu Hadir untuk Mendongkrak Ekonomi Kreatif
Next Article Kadis Kesehatan Malaka Buka Kegiatan Desiminasi Assesment Sekolah

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Belanja Pegawai NTT Tembus 40 Persen, Gubernur dan Kepala Daerah Siap Lobi Tiga Kementerian

3 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.