Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Dinkes Malaka Gelar OJT untuk Tenaga Pembasmi Nyamuk
KESEHATAN

Dinkes Malaka Gelar OJT untuk Tenaga Pembasmi Nyamuk

By Redaksi30 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
OJT kepada tenaga penyemprot nyamuk di Desa Lamea, Kecamatan Wewiku, Malaka (Foto: Joger)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka menggelar On the Job Training atau pelatihan kerja lapangan untuk tenaga pembasmi nyamuk di Desa Lamea, Kecamatan Wewiku, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka drg. Paskalia Frida Fahik kepada wartawan mengungkapkan, target OJT tersebut adalah petugas dari Desa Lamea dan Alkani yang masing-masing berjumlah 10 orang.

“Itu pelatihan bagi tenaga penyemprot nyamuk malaria di Desa Lamea dengan pelatih dari Dinkes Provinsi NTT dan Dinkes Kabupaten Malaka.Target kita 20 orang untuk 2 desa, yakni Desa Alkani dan Desa Lamea, masing-masing 10 orang. Tetapi dari Desa Alkani hanya 2 orang, sehingga penyemprotan di Alkani akan dibantu petugas dari Lamea,” ujar Fahik.

Ia menambahkan, kegiatan penyemprotan sudah dimulai Senin (29/10/2019) di Desa Lamea. Seauai rencana, penyemprotan di satu desa akan memakan waktu kurang lebih selama 10 hari.

Selain melakukan penyemprotan, para petugas juga melakukan penangkapan nyamuk Anopeles penular Malaria. Hal itu untuk menilai tingkat penularan dan identifikasi apakah nyamuk yang ada mengandung plasmodium malaria.

“Ada juga penangkapan nyamuk yang ada untuk ditelit, apakah di dalam tubuh nyamuk yang ada mengandung plasmodium malaria atau tidak,” tambah Fahik.

Target penyemprotan tersebut, kata dia, direncanakan selesai sebelum musim penghujan dan akan dilanjutkan bulan April dan Oktober selama 3 tahun.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Dinkes Malaka Malaka
Previous ArticleWilly Lay Berpeluang Diusung Enam Parpol
Next Article Kasus Penganiayaan Anak Bawah Umur di Malaka, DPRD NTT: Itu Pelanggaran Pidana

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.