Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Ketika Warga Klahit dan Glak Antar Hasil Kebun ke Kantor Bupati Demi Jalan Raya
Feature

Ketika Warga Klahit dan Glak Antar Hasil Kebun ke Kantor Bupati Demi Jalan Raya

By Redaksi7 November 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana diskusi warga Klahit dan Glak bersama Bupati Sikka dan Dandim 1603 Sikka (Foto: Petrus Plain)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Ada pemandangan berbeda di Kantor Bupati Sikka pada Kamis (7/11/2019). Belasan warga datang dengan membawa hasil kebun.

Mereka berasal dari Dusun Klahit, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete dan Dusun Glak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara.

Hasil kebun yang dibawa dalam keranjang anyaman pelepah kelapa tersebut di antaranya beras hitam, kacang tanah, mangga, dan kacang merah.

Petrus Plain Nenang, pemuda Glak yang memimpin rombongan menerangkan kedatangan mereka bukan untuk mengantar upeti.

“Kami ingin menagih komitmen Bupati Sikka terkait pemenuhan hak-hak kami warga Glak terutama mengenai infrastruktur dasar terutama jalan,” terangnya di Kantor Bupati Sikka.

Komoditas yang dibawa itu merupakan hasil kebun masyarakat yang selama ini sulit dijual karena buruknya akses jalan.

Pada bulan Mei 2019 lalu, mereka telah mengajukan proposal yang disampaikan langsung kepada Bupati Sikka.

Selanjutnya, pada Juli 2019 lalu, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga pun sempat berkunjung ke Glak.

Glak terletak di perbatasan Kecamatan Waigete dan Kecamatan Talibura. Demikian juga antara warga Klahit dan Glak masih terdapat pertalian darah dan hubungan kekerabatan.

Warga Klahit dan Glak dan ole-ole hasil kebun untuk Bupati Sikka (Foto: Are De Peskim/VoxNtt.com)

Mobilitas antar warga kedua kampung terjadi setiap hari. Oleh karenanya, akses jalan yang baik sangat dibutuhkan.

Selain itu, warga Klahit yang telah menikmati jalan raya hendak bersolidaritas dengan saudaranya.

Terisolir

Ditambahkan Piter, Glak berada di ruas jalur Bola-Kilawair. Akan tetapi, dari arah Patiahu, jalan aspal baru dibangun sampai Klahit. Sementara dari arah Bola jalan aspal hanya sampai di Hale. Singkat cerita, Glak terisolir di tengah.

“Jalan yang perlu dibangun kurang lebih 60 km. Tetapi kami minta karena ini sifatnya darurat maka diutamakan di titik rawan yang masing-masing sepanjang Rp 15 km,” terangnya.

Dua titik rawan tersebut sulit dilalui terutama saat musim hujan. Menurut perhitungan mereka hanya dibutuhkan kurang lebih Rp 30 juta untuk kedua titik tersebut.

“Kalau untuk tenaga kami masyarakat siap kerja. Kami hanya butuh material,” terangnya.

Warga lainnya, Petrus Pin mengeluhkan jalanan yang ada bukan untuk dilalui kendaraan.

“Kami harus jalan kaki 1-2 jam ke arah Hale atau 5-6 jam ke arah Klahit kalau mau ke Maumere,” terangnya.

Informasi yang diperoleh, perwakilan warga Glak dan Klahit akhirnya bertemu Bupati Sikka Robi Idong yang didampingi Dandim 1603 Sikka, Sugeng Prihatin.

Kepada warga, Bupati Robi menjanjikan akan mengirimkan Dinas PU ke lokasi pada Jumat (08/11/2019).

Sementara itu, terkait teknis pengerjaan akan diatur. Selain masyarakat pengerjaan titik rawan dimaksud akan melibatkan Kodim 1603 Sikka dan Komunitas Jeep Maumere.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticlePasutri di Mbay Tewas, Jasa Raharja Beri Santunan 100 Juta
Next Article 111.040 Anak NTT Putus Sekolah

Related Posts

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026

DPRD NTT Desak Polisi Usut Dugaan TPPO Pekerja Pub di Sikka

16 Februari 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.