Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Tidak Hadiri Undangan Sambut Baru, Bupati Agas Latih Masyarakat Hidup Hemat
Ekbis

Tidak Hadiri Undangan Sambut Baru, Bupati Agas Latih Masyarakat Hidup Hemat

By Redaksi12 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Matim, Agas Andreas
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Perayaan sambut baru berlangsung meriah di beberapa wilayah di Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, Minggu (10/11/2019).

Kendati banyak undangan yang diterima, Bupati Matim Agas Andreas justru memilih untuk tidak menghadirinya.

Saat memberikan sambutan di upacara penutupan kegiatan Pembinaan Teritorial Terpadu (Binter) Kodim 1612/Manggarai di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Senin (11/11/2019), Agas pun memberikan alasan dirinya tidak memenuhi undangan tersebut.

Baca Juga: Kodim 1612 Manggarai Bangun 50 Rumah Layak Huni di Matim

“Saya cerita kemarin ada sambut baru di Borong, ada saya punya undangan sekitar 50. Satu pun saya tidak pergi,” cerita Agas di hadapan warga dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan darat.

“Karena saya lagi berikrar dalam diri saya sendiri orang Manggarai Timur ini mesti hidup hemat. Saya buktikan kemarin,” tambah pria kelahiran 1 September 1959 itu.

Dia juga bercerita tentang cucunya yang juga menerima sakramen ekaristi. Kendati demikian, Bupati Agas berusaha membujuk cucunya untuk tidak merayakan pesta tetapi melatih untuk hidup hemat.

Dikatakan Agas, sekitar 200 orang yang mengadakan pesta sambut baru di Borong. Kalau rata-rata 10 juta setiap pesta, kata dia, maka ada banyak uang yang dibuang percuma.

“2 Miliar. Tetapi pada waktu anak mau pergi sekolah uang tidak ada. Ini yang namanya nikmat membawa sengsara. Padahal hidup yang benar itu adalah sengsara membawa nikmat. Kita tabung sengsara tetapi untuk nikmat,” ujarnya.

Untuk itu kata Agas, saatnya masyarakat Manggarai Timur harus memulai dan melatih untuk hidup hemat.

“Saya tunjukkan kali ini mulai dari Bupati. Saya punya cucu tidak boleh pesta,” tukasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Agas Andreas Manggarai Timur Matim
Previous ArticleRifky’s Family Needs Help
Next Article Pelaksana Tugas Termuda DPD II Golkar Alor Lakukan Konsolidasi

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.